8 Tips Ampuh Kontrol Tekanan Darah pada Penderita Hipertensi

Oleh: Lalu Rodi Sanjaya, S.Kep.,NS & Fitri Arofiati, S.Kep.,NS, MAN., Ph.D*

Pendidikan kesehatan bagi masyarakat sangat dibutuhkan, baik secara langsung berupa penyuluhan kepada masyarakatan maupun melalui media sosial, baik cetak maupun elektronik. Berikut ini adalah 8 tips ampuh kontrol tekanan darah pada penderita hipertensi yang dibeberkan oleh akademisi kesehatan dari Universitas Muhammadiyah Yogyakarta.

Penulis mencoba memberi gambaran secara lengkap kepada masyarakat untuk memperhatikan tata cara penatalaksanaan hipertensi.

Hipertensi atau umumnya dikenal dengan tekanan darah tinggi merupakan masalah besar di Indonesia. Dalam sebuah buku berjudul Patofisiologi: Konsep Klinis dan Proses-proses Penyakit karangan Price dan Wilson, keduanya mengatakan bahwa hipertensi merupakan faktor resiko utama penyebab stroke dan gangguan kardiovaskuler. “Hipertensi kronis adalah fokus utama untuk didiagnosis dan terapi dalam ilmu kedokteran serebrovascular karena bila tidak ditangani dengan tepat akan mengakibatkan kematian” terangnya.

Hipertensi juga disebut-sebut sebagai “The Silent Killer” atau pembunuh diam-diam, maksudnya, gejala hipertensi sering muncul secara tiba-tiba, dan apabila tidak tertangani dengan baik maka akan mengakibatkan pecahnya pembuluh darah di otak atau bahkan mengakibatkan terjadinya serangan jantung secara mendadak. Mengingat pentingnya masalah ini, maka kita perlu mencari sebuah solusi untuk menanganinya.

Para penderita tekanan darah tinggi akhirnya akan lebih tenang, karena ada 8 Tips Ampuh yang bisa dilakukan untuk mengontrol tekanan darahnya. Tentunya tips ini sangat mudah, sederhana, tidak membutuhkan banyak biaya, dan bisa dilakukan sambil santai di dalam dan luar rumah. Selain itu tips ini akan membantu anda menemukan pola hidup sehat khususnya bagi penderita hipertensi. Berikut tipsnya;

1. Jaga Berat Badan

Orang-orang yang memiliki berat badan lebih dan obesitas memiliki resiko lebih tinggi terkena berbagai macam penyakit dibandingkan dengan orang yang memiliki berat badan normal. Seperti yang dilangsir dari sebuah situs kesehatan Centers for Disease Control and Prevention atau CDC diakses 2018, menerangkan bahwa resiko-resiko yang bisa dialami diantaranya sebagai penyebab kematian, hipertensi, dislipidemia, stroke, serangan jantung koroner, diabetes tipe 2, kerapuhan tulang, tidur ngorok dan gangguan sistem pernafasan, nyeri tubuh, gangguan mental, dan kualitas hidup yang rendah. Oleh karena itu usahakan berat badan anda tetap ideal dan dalam batas normal.

2. Olahraga Teratur

Salah satu jenis olah raga yang bermanfaat bagi penderita hipertensi adalah dengan berjalan kaki. Sebuah studi tahun 2014 lalu melaporkan bahwa berjalan kaki selama 30 menit berpengaruh terhadap tekanan darah. Penelitian ini diujikan pada 10 penderita hipertensi di rumah sakit. Dilakukan sebanyak tiga kali seminggu selama 6 minggu. Hasil yang diperoleh adalah latihan jalan kaki mampu menurunkan tekanan darah diastolik pada penderita hipertensi. Dengan demikian penderita hipertensi yang ada di rumah juga bisa mempraktekkan cara ini. Bisa dengan berjalan pagi di sekitar rumah, berkunjung ke tempat keluarga, berjamaah di Masjid dan aktivitas lainnya yang bisa dilakukan dengan berjalan kaki yang penting waktunya mencapai 30 menit seperti yang telah dilakukan dalam studi tersebut.

3. Hindari Makanan yang Mengandung Garam

Terkadang kita merasakan rasa asin pada makanan. Rasa asin tersebut karena kandungan garam (NaCl) yang ada di dalam makanan. Namun sebaiknya anda mengkonsumsi garam sekedarnya saja, karena mengkonsumsi garam secara berlebihan dapat meningkatkan tekanan darah anda. Sebaiknya anda tidak hanya menghindari zat yang berbentuk garam saja, namun juga menghindari lauk-pauk yang banyak mengandung garam seperti ikan laut (ikan asin, bajo, pindang dan sejenisnya). 

4. Makan Makanan Bergizi dengan Menu Seimbang

PersatuanPerawatGizi Indonesia (PERSAGI) pada tahun 2014 yang lalu berpesan kepada masyarakat umum dari berbagai jenjang sosial yang dalam kondisi sehat, bahwa kita harus mensyukuri dan menikmati keanekaragaman makanan, karena semakin banyak jenis makanan yang kita konsumsi maka semakin mudah pula gizi kita terpenuhi dan semakin bermanfaat pula bagikesehatankita. Masalahnya, makanan seperti apa yang disarankan oleh pakar gizi untuk dikonsumsi? Makanan tersebut adalah makanan yang mengandung lima kelompok pangan yaitu makanan pokok (nasi, sagu, jagung, ubi, dll), lauk (daging, telur, tempedll), sayur-sayuran (kangkong, bayam, wortel, dll), buah-buahan (apel, anggur, rambutan, manga, dll), dan minuman (air putih, susu, the, dll). Oleh karena itu usahakan dalam setiap hari atau setiap kali anda makan ada kelompok pangan tersebut. Anda bisa mendapatkan penjelasan yang lebih rinci terkait dengan gizi seimbang ini dengan cara mengakses melalui jejaring internet via google dengancaramengetik “PedomanGiziSeimbangTahun 2014”.

5. Berhenti Merokok

Dari situs hello sehat.com dikutip sebuahartikel yang ditulis oleh dr. Tania Safitri tentang adanya 8 racun dalam rokok yang berbahaya bagi tubuh. Zat racun tersebut diantaranya; Nikotin, acetaldehyde, N-Nitrosamines, 1-3 Butadiene, Benzene, Acrolein, aromatic amine, dan polyaromatic. Dokter Tiana menambahkan, zat-zat tersebut tidak hanya berefek terhadap satu organ tubuhsaja, namun bisa menjalar ke berbagai organ dan merusak fungsi organ tersebut. Selain itu terlalu banyak mengkonsumsi rokok dapat mengganggu sistem peredaran darah, bahkan membuat dinding pembuluh darah tersumbat, sehingga dapat menyebabkan terjadinya penyakit jantung. Penderita hipertensi khususnya dianjurkan untuk tidak atau bahkan berhenti dari merokok.

6. Refreshing di Luar Rumah

Udara luar terkadang memberikan energi positif bagi anda. Untuk itu aturlah waktu refreshing anda di luar rumah baik sendirian atau bersama keluarga tercinta. Lingkungan yang hijau, luas, dan menyenangkan akan memberikan relaksasi tersendiri bagi pikiran dan hati anda. Anda juga bisa menyesuaikannya dengan hobi pribadi anda, seperti memancing ikan, mengunjungi taman bunga, taman buah-buahan, dan taman satwa. Dengan begitu perasaan senang yang anda rasakan melalui perjalanan tersebut akan menekan stress dan menstabilkan tekanan darah anda.

7. Ukur Tekanan Darah Secara Rutin

Hal yang tidak kalah pentingnya adalah mengetahui berapa tekanan darah anda. Idealnya tekanan darah bisa anda ukur di saat sedang dalam kondisi sehat dan bugar. Ketika anda sudah memperoleh nilai normal tekanan darah pada kondisi yang fit dan sehat, maka anda sudah memiliki angka ideal tekanan darah anda. selanjutnya lakukanlah pemeriksaan tekanan darah secara rutin untuk mengetahui perkembangan dari tekanan darah sebelumnya. Sehingga anda bisa mengontrolnya manakala naik atau turun. Anda bisa mengecek tekanan darah anda pada unit pelayanan kesehatan terdekat di lingkungan tempat tinggal anda, misalnya; Klinik Pratama Kesehatan, Puskesmas, dan RumahSakit.

8. Minum Obat Secara Teratur sesuai Anjuran Dokter

Bagi anda penderita hipertensi kronis, sebaiknya meminum obat secara teratur sesuai anjuran dokter. Karena tekanan darah terkadang tidak bisa diprediksi dengan mudah. Bisa naik secara drastis tanpa anda ketahui penyebabnya. Setiap jenis obat biasanya memiliki waktu terapeutik dalam merespon penyakit. Begitu juga dengan obat-obat hi pertensi. Jadi apa bila anda ingin mencapai hasil pengobatan yang baik, maka anda harus patuh terhadap obat yang anda konsumsi secara rutin. Sebagai pengingat, anda bisa mencatatnya pada buku pribadi, kalender dinding, dan papan tulis yang ada di rumah anda.(Ridho-BN)

Yogyakarta, 4 Desember 2018

*Penulis adalah Mahasiswa dan Dosen pada Magister Keperawatan Unversitas Muhammadiyah Yogyakarta