“Apabila suatu penduduk masyarakat (suatu keluarga), mereka itu beriman dan bertakwa kepada Allah, maka (Allah) akan membukakan kepada mereka semua pintu-pintu berkah dari langit dan dari bumi. Namun apabila mereka mendustakan (tidak mengindahkan ayat-ayat Allah), maka akan kami sengsarakan mereka karena ulah tangan mereka sendiri”. (QS. Al-A’raf : 96).
BERBAGI News – KITA sebagai hamba Allah Swt, kita tidak akan sanggup dan tidak mungkin sanggup melepaskan diri dari Allah, karena sesudah kita ditebarkan di muka bumi oleh Allah, juga kita sangat memerlukan perlindungan dari-Nya.
Mari kita buka perbendaharaan sejarah umat-umat sebelum kita yang mencoba-coba untuk melepaskan diri dari petunjuk Allah Swt., atau dengan kata lain mereka lupa bahwa mereka adalah makhluk ciptaan Allah, mereka lupa bahwa mereka adalah produk-produk yang dirancang dan ditaburkan Allah Swt. di muka bumi, sehingga mereka tidak mengindahkan batas-batas dan ketentuan Allah Swt.
Akhirnya mereka hanya menemui kemusnahan, ditimpa dengan berbagai ancaman bencana kesengsaraan yang diturunkan oleh Allah Swt sebagai peringatan, dan akhirnya bangsa itupun dilenyapkan oleh Allah Swt. dari peredaran zaman.
Jadi, walau bagaimanapun kuat dan makmurnya suatu bangsa apabila melupakan penciptanya, menajuhkan diri dari penciptanya maka akan berakibat kehancuran dan kesengsaraan bagi bangsa itu sendiri.
Allah Swt mengingatkan kita semua dengan melalui firman-Nya di dalam surat al-A’raf: 96: “Apabila suatu penduduk masyarakat, mereka itu beriman dan bertakwa kepada Allah, maka (Allah) akan membukakan kepada mereka semua pintu-pintu berkah dari langit dan bumi. Namun apabila mereka mendustakan (tidak mengindahkan ayat-ayat Allah), maka akan kami sengsarakan mereka karena ulah tangan mereka sendiri”. (QS. al-A’raf: 96).
Kita semua ketika dilahirkan oleh Allah Swt ke dunia sebagai khalqan aakhar telah membawa rahmat dari Allah, kita dengan di rahmati dengan paru-paru, mata, pendengaran, penglihatan dan lain-lain.
Kemudian, Allah menambahkan lagi rahmatnya kepada kita dengan harta, anak-anak, jabatan, pangkat dan kedudukan. Kesemuanya itu memerlukan berkah dari Allah agar supaya rahmat Allah tersebut dapat membuahkan kebahagiaan dan keselamatan dalam hidup kita.
Manusia sangat memerlukan bahkan sangat bergantung kepada berkah Allah Swt, karena rahmat yang dilimpahkan Allah akan bisa berubah menjadi fitnah dan azab, apabila berkahnya di cabut oleh Allah Swt.
Sebagai contoh yang sangat kecil ditengah kita, hujan adalah suatu rahmat dari Allah yang dapat menyuburkan dan menghidupkan tumbuh-tumbuhan dan buah-buahan di sekeliling kita, namun apabila berkah Allah diangkat maka hujan itu akan mengakibatkan banjir yang menyengsarakan masyarakat di sekelilingnya.
Negara, masyarakat, ataupun suatu keluarga, jika menginginkan agar Allah membuka pintu-pintu berkah-Nya, maka hendaklah mereka betul-betul hidup dengan penuh keimanan dan ketakwaan yakni hidup dengan berpegang kepada aqidah yang bersih dari syirik.
Banyak gambaran yang dipaparkan al-Qur’an maupun hadits Rasulullah Saw. mengenai apa saja yang akan terjadi di dalam suatu masyarakat apabila berkah Allah telah dicabut dari tengah-tengah mereka.
Allah akan mencabut berkah-Nya dari suatu kaum karena tingkah polah mereka yang telah memasukkan unsur-unsur kebohongan di dalam hidup mereka, kemudian Allah akan mencampakkan kehidupan mereka kepada bermacam-macam musibah karena perbuatan mereka sendiri.
Untuk itu, peliharalah berkah Allah sebaik-baiknya, mohonlah kepada Allah dengan iman dan takwa supaya Allah tetap menurunkan berkah dari langit dan dari bumi sehingga keseluruhan gerak langkah kita diberkahi oleh Allah yang telah menciptakan kita dari setetes air yang hina menjadi manusia yang berarti dan terhormat ini.
Hanyalah berkah Allah yang dapat menghantarkan kita kepada kebahagiaan. Hanya berkah Allah yang dapat menjadikan ladang-ladang kita subur, lembah-lembah hijau makmur, ekonomi kita membaik, keadilan dapat merata kepada seluruh lapisan masyarakat.*















