KKP UIN Mataram Sosialisasi Pernikahan Dini, Soroti Kesiapan Mental dan Finansial Remaja di Desa Ungga

Suara KKN91 Dilihat

Lombok Tengah, BERBAGI News – Kelompok 85 Kuliah Kerja Partisipatif (KKP) Desa Ungga (Universitas Islam Negeri) UIN Mataram  menggelar sosialisasi pencegahan pernikahan dini di SMAN 1 Praya Barat Daya Kecamatan Praya Barat Daya, Kabupaten Lombok Tengah, Sabtu 8 Agustus 2026.

Kegiatan tersebut mengangkat pentingnya kesiapan mental dan finansial bagi remaja sebelum memutuskan untuk menikah.

Sosialisasi ini mengangkat tema besar Ramah Perempuan dan Anak dengan judul “ Raih Prestasi! Cegah Nikah Dini!!.

Narasumber kegiatan, Yulia Purnama Sari menjelaskan bahwa keputusan untuk menikah tidak cukup hanya didasarkan pada keinginan atau kesiapan secara usia.

Kesiapan mental dan emosional juga diperlukan agar seseorang mampu menghadapi tanggung jawab serta berbagai persoalan yang dapat muncul dalam kehidupan rumah tangga.

Selain aspek mental, kesiapan finansial kehidupan rumah tangga membutuhkan kemampuan untuk mengelola kebutuhan ekonomi dan mengambil keputusan keuangan secara bertanggung jawab.

“Pernikahan dini mulai dicegah khususnya di Indonesia tahun 2007 dimulai sosialisasinya, angka pernikahan sangat tinggi apalagi di NTB faktor penyebabnya yang paling utama itu ekonomi selanjutnya pendidikan kehamilan di luar nikah dan adat istiadat,” jelasnya.

Baca Juga:  Pengabdian Masyarakat BEM FIPP dan HMPS AP di Desa Setiling: Mewujudkan Pendidikan dan Pemberdayaan Masyarakat

Yulia menambahkan, dampak pernikahan dini menurut penelitian sangat besar dari maraknya stunting, di Lombok Tengah khususnya angka putus sekolah mencapai belasan ribu, selanjutnya sebagai sebab kemiskinan dari segi psikologinya dapat mengganggu kesehatan mental.

“Solusinya kita harus mengenal diri kita sendiri termasuk bagaimana mengendalikan tahap-tahap puberitas. Untuk waktunya, kapan sih usia Ideal Menikah? Saat finansial matang atau ekonomi kuat, dan Kematangan Psikologi.” Paparnya.

Persoalan finansial dalam rumah tangga tidak hanya berkaitan dengan besarnya penghasilan, tetapi juga kemampuan mengatur kebutuhan, menentukan prioritas, serta merencanakan kehidupan bersama. Karena itu, jelas dia, remaja didorong untuk mempersiapkan pendidikan, kesehatan mental dan keterampilan sebagai bagian dari perencanaan masa depan.

Salah seorang peserta, Rianatul Homah mengatakan sosialisasi tersebut memberikan pemahaman baru mengenai hal-hal yang perlu dipersiapkan sebelum menikah.

“Dengan adanya sosialisasi pernikahan dini saya jadi paham dampak negatif dari pernikahan dini ini, salah satunya Kemiskinan, gangguan kesehatan mental dan putusnya pendidikan bagi kami. Karena itu kita harus siap dari segi finansial dan kesehatan mental,” ungkap Rianatul.

Sosialisasi diikuti oleh 40 Siswa dan Siswi SMAN 1 Praya Barat Daya. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya KKP Desa Ungga dalam memberikan edukasi kepada generasi muda mengenai pentingnya mempersiapkan diri sebelum memasuki kehidupan berumah tangga.

Baca Juga:  Potensi Ancaman Gempa Bumi, Mahasiswa Universitas Mataram Galang Kesadaran Generasi Muda

Kegiatan sosialisasi di awali dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya yang di pandu oleh Iis Dahlia anggota KKP Desa Ungga.

Ketua KKP Desa Ungga, Lalu Krisna Abe Nata menyampaikan rasa terima kasih kepada Pihak Sekolah SMAN 1 Praya Barat Daya karena diberikan kesempatan untuk mengadakan sosialisasi kepada para siswa siswi di sekolah, diharapkan dengan adanya sosialisasi ini dapat memberikan manfaat dan dampak yang baik.


“Pada kesempatan yang baik ini, saya sebagai ketua mewakili teman-teman KKP UIN Mataram tahun 2026 mengucapkan terima kasih kepada pihak SMAN 1 Praya Barat Daya yang telah memberikan dukungan penuh serta memfasilitasi kegiatan ini. Kami sangat berharap sosialisasi hari ini dapat membuka wawasan baru, memantik diskusi yang positif, serta membawa dampak positif yang nyata,” katanya dalam sambutannya.

Kepala sekolah SMAN 1 Praya Barat Daya Baiq Budiati S.pd M.pd menyambut baik kepada KKP UIN Mataram yang telah mengadakan sosialisasi pencegahan pernikahan dini.

Baca Juga:  Perkuat Kemandirian Perempuan Pesisir, Prodi Sosiologi Gelar Pendampingan Packaging dan Digital Branding Produk UMKM di Desa Gili Gede Indah

“Materi ini sangat bermanfaat bagi anak-anak kami agar mencegah pernikahan dini, saya sudah tujuh tahun di SMAN 1 Praya Barat Daya kebanyakan siswa siswi menikah pada usia yang sangat kecil, rata-rata kelas Sepuluh dan sebelas,” ungkapnya.

Budiati berharap, kegiatan berjalan lancar dan sukses, dimana sosialisasi ini siswa-siswi bisa dijadikan bekal bagi anak-anak dari segi kesehatan mental maupun finansial, dan juga menjadi pencerahan mana yang harus dilakukan dan dihindari.

Kemudian Kegiatan Do’a yang di bacakan oleh anggota KKP Desa Ungga Gia Aldido Aditiya.

Melalui kegiatan tersebut, KKP Desa Ungga dari UIN Mataram berharap para Siswa atau remaja  dapat lebih memahami pentingnya mempersiapkan masa depan, baik dari aspek pendidikan, kesehatan mental, maupun kemampuan finansial. Edukasi tersebut diharapkan dapat mendorong remaja agar lebih bijak dalam mengambil keputusan terkait pernikahan.

Kegiatan ditutup dengan do’a anggota KKP Desa Ungga, Gia Aldido Aditiya yang dilanjutkan dengan sesi diskusi, tanya jawab, dan dokumentasi yang memberikan kesempatan kepada peserta untuk menyampaikan pertanyaan serta berbagi pandangan mengenai pernikahan dini dan kesiapan membangun kehidupan berumah tangga. ***

banner 336x280