Profil Lengkap TGH. Ahmad Tretetet

BERBAGI News – Salah satu tokoh ulama kharismatik legendaris dari Pulau Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB), yang dikenal luas sebagai “tuan guru tanpa pondok pesantren” adalah Tuan Guru Haji (TGH) Ahmad Tretetet, Berikut adalah profil lengkapnya:

Identitas dan Silsilah Keluarga

  • Nama Lengkap: Datuk Syeikh Tuan Guru Haji Ahmad Tretetet bin Tuan Guru Haji Umar Kelayu.
  • Tempat/Asal: Kelayu, Kecamatan Selong, Kabupaten Lombok Timur, NTB.
  • Silsilah: Beliau lahir dari keluarga ulama terkemuka di Lombok. Ayahnya adalah TGH. Umar Kelayu, seorang ulama besar pada masanya. Silsilah beliau juga tersambung dengan tokoh-tokoh besar agama di tanah Sasak, termasuk kakeknya Kyai Ratna serta buyutnya Kyai Nurul Huda (Penghulu Agung Selaparang).

Riwayat Pendidikan dan Menuntut Ilmu

  • Pendidikan Awal: TGH. Ahmad Tretetet mendalami dasar-dasar ilmu agama dan membaca Al-Qur’an di beberapa wilayah di Lombok, seperti belajar di Tanjung, berguru kepada TGH. Mustafa di Sekarbela, serta Haji Amin di Sesela.
  • Belajar ke Tanah Suci: Pada usia yang masih sangat muda (sekitar 14 tahun), beliau diberangkatkan oleh ayahnya ke Mekkah untuk menunaikan ibadah haji sekaligus memperdalam ilmu agama.
  • Guru-gurunya: Di Mekkah, beliau berguru ilmu hadis dan fikih kepada ulama besar seperti Syaikh Mustafa Afifi, Syaikh Abdul Karim, dan Syaikh Zainuddin Sumbawa. Sementara ilmu tasawuf dan kerohanian banyak didapatkannya dari seorang ulama di Madinah. Setelah sekitar satu tahun di Tanah Suci, beliau pulang ke Lombok untuk mendedikasikan ilmunya.
Baca Juga:  Ludah Bertuah Sang Wali

Sang “Tuan Guru Tanpa Pondok Pesantren”

Berbeda dengan kebanyakan tuan guru di Lombok yang umumnya mendirikan lembaga pendidikan formal atau pondok pesantren untuk mengajar santri, TGH. Ahmad Tretetet memilih jalan pengabdian yang unik:

  • Metode “Pendidikan Jalanan”: Beliau dikenal sebagai pejalan kaki ulung yang melintasi berbagai desa dan lorong di Pulau Lombok. Beliau tidak duduk di ruang kelas, melainkan mendatangi masyarakat dari satu rumah ke rumah yang lain, memberikan nasihat, dan membimbing keislaman secara langsung.
  • Murid-murid Utama: Kendati tidak memiliki pesantren fisik, pemikiran dan jalur pengajarannya melahirkan banyak murid yang kemudian menjadi tokoh agama dan panutan masyarakat di NTB maupun luar daerah (seperti dari Pontianak, Palembang, Lampung, hingga Kedah, Malaysia). Beberapa murid beliau di Lombok antara lain TGH. Mohammad Saleh (Bengkel), TGH. Abdul Hamid (Pejeruk), TGH. Abdul Karim (Praya), dan banyak lagi.
Baca Juga:  Legend… Zamroni Tukang Cukur Keliling Nyeker Lintas Kampung

Asal-Usul Julukan “Tretetet”

Nama asli beliau sebenarnya adalah Tuan Guru Haji Ahmad. Julukan “Tretetet” melekat karena beberapa versi cerita rakyat yang hidup di tengah masyarakat Sasak:

  • Kebiasaan beliau yang gemar tertawa khas dengan mengeluarkan bunyi atau tiruan suara “tretetet” di sela-sela interaksinya.
  • Bibir beliau yang kerap melafalkan dzikir atau ucapan tertentu (seperti kata “halal” atau ungkapan penuh canda nan sarat makna) dengan ritme yang cepat.

Karakteristik, Kisah Unik, dan Karomah

Dalam tradisi masyarakat Lombok, TGH. Ahmad Tretetet sering dipandang sebagai sosok Waliyullah (kekasih Allah) yang memiliki sifat-sifat supra-rasional atau karomah:

  • Kedekatan dengan Rakyat Kecil: Beliau sangat akrab dengan anak-anak kecil, kerap membagikan sesuatu di jalan, serta bergaul dengan kalanganmasyarakat bawah dan kaum papa.
  • Gaya Hidup “Selesai dengan Dunia”: Beliau dikenal zuhud, tidak terikat dengan harta benda, namun seringkali digambarkan memiliki pertolongan tak terduga (fana’ dan tawakal yang tinggi kepada Allah) dalam membantu orang-orang yang sedang kesulitan hutang atau kesusahan hidup.
  • Kisah Legendaris: Banyak cerita turun-temurun di masyarakat Lombok mengenai ketajaman batin (firasat) beliau, pelipatan jarak, hingga kisah-kisah spiritual di luar nalar sehat manusia biasa yang dialami oleh orang-orang yang berinteraksi langsung dengan beliau.
Baca Juga:  Dia dari Silsilah Orang-orang Sakti

Wafat

TGH. Ahmad Tretetet berpulang ke rahmatullah pada 19 Desember 1985. Beliau dimakamkan di Desa Karang Kelok, Kelurahan Monjok, Kota Mataram. Hingga hari ini, kompleks makam beliau sangat dihormati dan tidak pernah sepi dari peziarah yang datang dari berbagai penjuru Lombok maupun luar daerah untuk mengenang keteladanan sang tuan guru merdeka yang ikhlas mengabdikan hidupnya tanpa sekat-sekat institusi formal.

banner 336x280