Sistem Kelistrikan Lombok selama masa siaga berada dalam kondisi normal, dengan daya mampu pasok sebesar 399 megawatt (MW), beban puncak tertinggi diperkirakan mencapai 340 MW, dan cadangan operasi sebesar 59 MW.
Dengan kondisi ini, PLN optimistis dapat memberikan suplai listrik yang andal dan stabil selama rangkaian acara.
Sebagai bentuk kesiapan operasional, PLN menurunkan 691 personel siaga, dibantu 606 tenaga alih daya (TAD), serta dilengkapi dengan berbagai peralatan seperti 10 unit UPS, 21 genset, 2 UGB, 2 UKB, 4 crane, dan 27 unit SPKLU untuk mendukung kendaraan listrik.
Armada pendukung terdiri dari 208 kendaraan roda empat dan 118 kendaraan roda dua. Sebanyak 32 posko siaga juga disiapkan di berbagai titik strategis.
Untuk mendukung kelancaran mobilisasi kendaraan listrik selama penyelenggaraan FORNAS VIII, PLN juga telah menyiapkan 24 unit SPKLU yang tersebar di 20 lokasi strategis, serta 3 unit SPKLU mobile di 3 lokasi untuk memastikan ketersediaan infrastruktur pengisian daya yang memadai.
“Kita adalah satu tim besar dengan satu tujuan yang sama. Tidak ada ruang untuk ego sektoral. Koordinasi lintas fungsi harus diperkuat. Kecepatan itu penting, tetapi ketepatan dan keselamatan adalah segalanya,” ujar Sri Heny, mengakhiri arahannya.
Dengan semangat kolaborasi dan kesiapan teknis yang matang, PLN berkomitmen untuk mendukung penuh kesuksesan FORNAS VIII NTB Tahun 2025 melalui penyediaan listrik yang andal dan aman demi kenyamanan seluruh peserta dan masyarakat. *





















