Ini Alasan UMKM NTB Ogah Daftarkan Merek Usahanya

Berita Utama1062 Dilihat

Mataram, GONTB – Kepala Kantor wilayah Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkum HAM) NTB, I Gusti Putu Milawati menjelaskan provinsi NTB memiliki banyak keragaman budaya juga kuliner. 

Sayangnya, masih belum banyak masyarakat yang mendaftarkan kekayaan intelektualnya akibat adanya pembayaran pajak.

“Ketika kami melakukan sosialisasi, ketika ditanya kenapa belum mendaftarkan kekayaan intelektualnya (merek), jawaban merek karena bayar pajak,” katanya saat menghadiri Gelaran Museum Begawe, Sabtu 11 Oktober 2025.

Baca Juga:  Apel Siaga Ramadhan dan Idul Fitri 1447, GM PLN UIW NTB: Kami Memastikan Sistem Kelistrikan tetap Andal

Untuk mensiasati pembayaran pajak atas pendaftaran merek dagang UMKM, jelas Milawati pihaknya sering mengajak pihak lain untuk membantu pembayaran pajak UMKM ketika mendaftarkan merek dagangnya.

“Biasanya, kami kerjasama dengan pihak lain. Misal, 70 persen dari biaya pajak dibayarkan oleh pihak lain, sedang pihak UMKM hanya membayar 30 persen,” katanya.

Baca Juga:  Alhamdulillah, PTAM Giri Menang Gratiskan Tagihan Air Tempat Ibadah dan Diskon 50 Persen Pelanggan MBR

Milawati mengingatkan, bila merek dagang UMKM sudah didaftarkan di Kemenkum HAM, maka sudah ada menjadi perlindungan hukum terhadap merek tersebut.

Milawati berharap, masyarakat NTB  segera mendaftarkan merek dagang dan hasil karyanya ke Kementerian Hukum dan HAM sehingga tidak bisa diakui oleh pihak lain.

Baca Juga:  Cegah Corona, Arab Saudi Setop Kedatangan Jemaah Umrah, Termasuk dari Indonesia

Berdasarkan data per 10 Oktober 2025, ada  11.525 permohonan pendaftaran kekayaan intelektual dengan rincian 1.958 permohonan merek, 233 permohonan paten, 173 permohonan industri, 9.153 permohonan hak cipta dan 8 permohonan indikasi geografis. (DSHD)

banner 336x280