Berbaginews – Ketua Majelis Adat Sasak (MAS), Lalu Sajim Sastrawan meminta agar Bahasa Sasak tidak hanya menjadi bagian dari mata pelajaran muatan lokal, tapi bagian penting yang wajib diajarkan di sekolah.
Menurut Sajim Sastrawan penguatan pembelajaran bahasa Sasak di sekolah diperlukan guna menjaga keberlangsungan bahasa daerah sekaligus mempertahankan identitas budaya masyarakat Sasak.
“Bahasa Sasak jangan hanya dijadikan muatan lokal. Tapi, bahasa yang wajib diajarkan di sekolah,” katanya, Selasa 8 September 2026.
Ia menilai sekolah memiliki posisi strategis dalam mengenalkan bahasa Sasak kepada generasi muda.
Pembelajaran yang dilakukan secara berkelanjutan dapat membuat generasi muda tidak hanya mengenal bahasa daerah, tetapi juga terbiasa menggunakannya dalam kehidupan sehari-hari.
Selain adanya kebijakan pembelajaran Bahasa Sasak di tingkat sekolah, Sajim Sastrawan juga menyoroti pentingnya kesiapan tenaga pendidik.
Menurutnya, perguruan tinggi perlu mengambil peran dengan membuka atau memperkuat pendidikan yang dapat menghasilkan calon guru Bahasa Sasak.
“Universitas diharapkan menyiapkan lulusan guru Bahasa Sasak,” katanya.
Ketersediaan guru yang memiliki kompetensi khusus, menurutnya, menjadi salah satu faktor penting agar pembelajaran bahasa Sasak dapat berjalan secara konsisten.
Sajim Sastrawan berharap perhatian terhadap bahasa Sasak dapat diwujudkan melalui pendidikan yang lebih kuat dan terarah, sehingga bahasa daerah tetap hidup serta dapat diwariskan kepada generasi berikutnya.(Farida)***















