Berbaginews.com – Kepala Taman Budaya NTB, Lalu Suryadi Mulawarman, mengungkapkan perjalanan kariernya di dunia tari bermula dari sebuah kebetulan saat masih duduk di bangku SMP.
Saat itu, ia hanya mengantar temannya berlatih di Pusat Latihan Kesenian (PLK) di Gelanggang Mahasiswa, namun tanpa sengaja ikut dalam seleksi lomba tari kreasi tingkat nasional.
“Awalnya saya tidak suka menari. Bahkan sempat berpikir kenapa laki-laki harus menari. Tetapi dari situ saya mulai tertarik dan akhirnya menekuni dunia tari,” ujarnya, Kamis 17 September 2026.
Perjalanan Suryadi tidak selalu berjalan mulus. Menjelang lulus SMA, ia mengalami kecelakaan parah yang menyebabkan amnesia sehingga sering lupa terhadap berbagai aktivitas.
Kondisi tersebut membuatnya disarankan melanjutkan pendidikan ke Institut Kesenian Jakarta (IKJ) dengan rekomendasi Gubernur NTB saat itu, Warsito.
Berbekal kemampuan tari yang masih terbatas, Suryadi berhasil lolos seleksi dan meraih prestasi pada ajang nasional yang membawa nama NTB.
Sejak itu, ia semakin serius mendalami dunia tari dan menemukan jati dirinya sebagai pencipta karya.
Menurutnya, yang membedakan dirinya dengan banyak koreografer lain adalah pilihan untuk tetap berpijak pada nilai-nilai tradisi.
Ketika tren tari kontemporer berkembang dan banyak digunakan dalam berbagai pertunjukan, Suryadi justru memilih menggali identitas budaya lokal sebagai dasar penciptaan karya.
“Saya menemukan bahwa kekuatan sebenarnya ada pada tradisi, spirit, dan identitas budaya yang kita miliki. Dari situlah lahir karya-karya baru yang tetap relevan dan diterima masyarakat saat ini,” katanya.
Konsistensi tersebut mengantarkannya dipercaya menjadi koreografer berbagai event nasional, termasuk peringatan HUT Kemerdekaan RI, MotoGP, dan sejumlah agenda berskala nasional lainnya. Kini, selain berkarya sebagai seniman, ia juga mengemban amanah sebagai Kepala Taman Budaya NTB.(Farida)***




















