Museum NTB Terima Hibah Kain Pesujudan Masa Lampau

Seni dan Budaya40 Dilihat

Berbaginews .com– Museum NTB kembali menerima hibah koleksi berupa kain persujudan yang diperkirakan dibuat pada 1875 hingga 1925 dari kolektor asal Australia, Michael Abbot.

Menurut Kepala Pengkajian Museum NTB, Bunyamin kain persujudan awalnya digunakan oleh tokoh agama sebagai perlengkapan ibadah, seperti sajadah, surban, dan perlengkapan keagamaan lainnya.

Seiring perkembangan Islam di Lombok, kain persujudan menjadi bagian dari identitas pakaian penghulu dan kiai di berbagai daerah di Pulau Lombok.

Baca Juga:  Gelegar Khasanah Ramadhan, Museum NTB Hadirkan 44 Koleksi Unggulan

Menurut Bunyamin, penyebutan kain persujudan berbeda di setiap daerah.
Di Bilok Petung, dekat Sembalun, kain persujudan dikenal sebagai muselaq yang berasal dari kata musala, sedangkan di Sukarara, Lombok Tengah, kain persujudan disebut uduq yang berasal dari kata wudu.

Baca Juga:  Sukses Digelar, South Outside Music Fest 2024 Sukses Sedot Perhatian 7000-an Pengunjung di Stadion Diponegoro Kota Semarang

Berdasarkan hasil kajian, kain persujudan memiliki motif masjid disertai adegan orang sedang melaksanakan salat, yang mencerminkan kuatnya pengaruh Islam dalam kehidupan masyarakat Lombok.

Baca Juga:  PLN Terangi Festival Lakey 2025: Wujud Listrik untuk Rakyat, Dorong Ekonomi dan Pariwisata Dompu

Bunyamin menambahkan, umumnya motif pada kain persujudan menggambarkan proses islamisasi dan aktivitas keagamaan.

“Motif-motif tersebut menjadi bukti akulturasi budaya dan perkembangan ajaran Islam di Lombok,” katanya.(Farida)**

banner 336x280