Dalam 2 Bulan, 26 Kali Pemadaman Listrik Akibat Layangan di Lombok

Berita Utama1618 Dilihat

Mataram, BERBAGI News – Beberapa bulan terakhir, layang layang telah menjadi primadona di hampir seluruh daerah di Lombok. Tak hanya anak anak, bahkan orang dewasa pun turut memainkan permainan tradisional tersebut.

Namun, PLN mencatat beberapa kali gangguan listrik yang disebabkan oleh layang layang, yang tersangkut di jaringan PLN. Senin (10/08).

Dony Noor Gustiarsyah, Manager PLN UP3 Mataram menjelaskan frekuensi gangguan di Lombok yang meningkat karena layang layang.

Baca Juga:  Innalillahi Wainnailahi Rojiuun, Penyanyi Dangdut Ida Zubaedah Tutup Usia

“Dua bulan terakhir, sudah terjadi 26 kali pemadaman di masyarakat yang diakibatkan layang layang tersangkut di jaringan PLN.” Jelas Dony.

Pada saat suhu menjadi lembab, embun atau datang hujan, layang layang yang tersangkut ini dapat berubah menjadi objek atau bahan yang menghantarkan listrik atau konduktor. Ketika jaringan saling terhubung, maka dapat menyebabkan arus hubung singkat, yang mengakibatkan gangguan listrik di masyarakat sekitar.

Baca Juga:  Peresmian Sumur Bor Desa Bengkaung, PLN Peduli Lingkungan

“Inspeksi rutin terus kami lakukan. Hampir setiap hari kami membersihkan layangan di jaringan. Dalam 1 minggu, kami bisa menemukan 20-25 layang layang yang berpotensi menyebabkan padam.” Jelas Dony.

Per Juli 2020, sistem kelistrikan Lombok memiliki 104 jalur utama untuk menyalurkan listrik ke masyarakat. Total panjang jaringan distribusi 20 kV 6.500 kms dan panjang transmisi 150 kV 452,44 kms, yang semuanya harus dipastikan bersih dari layang layang atau objek apapun yang dapat mengganggu pasokan listrik.

Baca Juga:  CSR Awards 2020 "Kampung PLN Banget" Mataram Raih Juara III Tingkat Nasional

“PLN tentunya dalam hal ini tidak bisa sendiri. Kami perlu peran serta masyarakat. Salah satunya adalah dengan tidak bermain layang layang di sekitar jaringan PLN.” Imbau Dony.

banner 336x280