Tolak Otopsi, Keluarga Anggap Kematian Korban Sebagai Musibah

Hukum dan Kriminal1306 Dilihat

BERBAGI News – Keluarga IKTKA (24) warga Dusun Karang Langu Desa Tanjung, Kecamatan Tanjung Kabupatean Lombok Utara menolak dilakukannya otopsi terhadap korban yang ditemukan meninggal dunia tergantung pada sebuah tali. Keluarga menganggap kematian korban sebagai musibah.

“Keluarga telah iklas atas kematian korban dan menganggap kejadian tersebut sebagai musibah. Keluarga menolak dilakukan otopsi,” jelas Kapolsek Tanjung, AKP Remanto, Rabu 5 Juni 2024.

Kapolsek menjelaskan berdasarkan hasil olah tempat kejadian perkara, IKTKA yang ditemukan keluarganya meninggal tergantung pada sebuah tali diduga bunuh diri karena depresi akibat terlilit hutang.

Baca Juga:  Kasus Penganiayaan Jalan Adisucipto, Polisi Tahan 19 Orang, 13 Jadi Saksi 6 Jadi Tersangka

Adapun kronologis kejadiannya, jelas Kapolsek sekitar pukul 07.30 WITA, Made Sedana, orang tua korban membangunkan korban untuk berangkat kerja. Dan mendapat jawaban “iya, sebentar saya bangun,” .

Baca Juga:  TAS Warga Kelurahan Pejeruk Bobol Bengkel, Berakhir di Bui

Mendengar jawaban tersebut, orang tua korban pergi menuju BTN yang berada di Dusun Karang Swela untuk menjemput Aditya.

Sekitar pukul 08.30 WITA, orang tua korban, Made Sedana bersama Aditya kembali ke rumah untuk sikat gigi. Saat Aditya hendak akan mengambil handuk di belakang rumah, ia menemukan korban tergantung di belakang rumah.

Baca Juga:  Tusuk Teman Kos, Mahasiswa Asal Dompu Ditangkap Polisi

Selanjutnya, kedua saksi menghubungi pihak kepolisian. Sesampainya di lokasi kejadian, polisi melakukan olah TKP. Hasil olah TKP ditemukan tali berwarna putih sepanjang 3 meter, kursi kayu berwarna coklat, baju kaos berwarna putih corak abu-abu. ***

banner 336x280