Tolak Otopsi, Keluarga Anggap Kematian Korban Sebagai Musibah

Hukum dan Kriminal1222 Dilihat

BERBAGI News – Keluarga IKTKA (24) warga Dusun Karang Langu Desa Tanjung, Kecamatan Tanjung Kabupatean Lombok Utara menolak dilakukannya otopsi terhadap korban yang ditemukan meninggal dunia tergantung pada sebuah tali. Keluarga menganggap kematian korban sebagai musibah.

“Keluarga telah iklas atas kematian korban dan menganggap kejadian tersebut sebagai musibah. Keluarga menolak dilakukan otopsi,” jelas Kapolsek Tanjung, AKP Remanto, Rabu 5 Juni 2024.

Kapolsek menjelaskan berdasarkan hasil olah tempat kejadian perkara, IKTKA yang ditemukan keluarganya meninggal tergantung pada sebuah tali diduga bunuh diri karena depresi akibat terlilit hutang.

Baca Juga:  Musnahkan Sabu  5,5 kg, Ditresnarkoba Polda NTB Selamatkan 27.868 orang

Adapun kronologis kejadiannya, jelas Kapolsek sekitar pukul 07.30 WITA, Made Sedana, orang tua korban membangunkan korban untuk berangkat kerja. Dan mendapat jawaban “iya, sebentar saya bangun,” .

Baca Juga:  Disabilitas Tersangkut Pidana, KDD NTB : Korban yang Melapor Tercatat 13 Orang

Mendengar jawaban tersebut, orang tua korban pergi menuju BTN yang berada di Dusun Karang Swela untuk menjemput Aditya.

Sekitar pukul 08.30 WITA, orang tua korban, Made Sedana bersama Aditya kembali ke rumah untuk sikat gigi. Saat Aditya hendak akan mengambil handuk di belakang rumah, ia menemukan korban tergantung di belakang rumah.

Baca Juga:  7 Terduga Penganiayaan di Lingsar Ditetapkan Tersangka

Selanjutnya, kedua saksi menghubungi pihak kepolisian. Sesampainya di lokasi kejadian, polisi melakukan olah TKP. Hasil olah TKP ditemukan tali berwarna putih sepanjang 3 meter, kursi kayu berwarna coklat, baju kaos berwarna putih corak abu-abu. ***

banner 336x280