Natal 2025, Menag Ajak Gereja dan Umat Hadirkan Empati untuk Indonesia

Nusantara357 Dilihat

Manado, BERBAGI News – Menteri Agama Nasaruddin Umar mengajak gereja dan umat Kristiani untuk menjadikan Natal 2025 sebagai panggilan iman menghadirkan empati dan kepedulian bagi Indonesia, khususnya bagi masyarakat yang tengah menghadapi berbagai musibah.

Ajakan tersebut disampaikan Menag saat menyapa jemaat Gereja Masehi Injili di Minahasa (GMIM) Sentrum Manado, Sulawesi Utara, Kamis (25/12/2025).

Menurut Menag, iman Kristen yang dirayakan dalam Natal tidak berhenti pada perayaan liturgi, tetapi harus mewujud dalam tindakan kasih yang menyentuh kehidupan sosial.

Dari gereja, kata Menag, semangat kasih itu diharapkan mengalir ke tengah masyarakat dan menjadi kekuatan bagi persaudaraan lintas iman di Indonesia.

Baca Juga:  Gubernur NTB Resmikan Sistem Zero Down Time Kelistrikan PLN di Kawasan Kantor Gubernur

“Ketika gereja dan umat beriman hadir membawa kasih, di situlah Indonesia yang damai dan rukun kita bangun bersama,” tuturnya.

Di tengah suasana ibadah dan sukacita Natal, Menag menyampaikan ucapan Selamat Natal kepada seluruh umat Kristiani dan Katolik di Sulawesi Utara.

Ia menegaskan bahwa Natal  juga menjadi momentum bagi gereja dan umat untuk semakin hadir bagi sesama melalui kasih, empati, dan solidaritas sosial.

“Terang Natal memanggil kita untuk tidak hanya bersukacita di dalam gereja, tetapi juga menghadirkan kasih di tengah masyarakat. Di saat masih banyak saudara-saudari kita yang sedang menghadapi musibah, gereja dan umat dipanggil untuk hadir membawa pengharapan,” ujar Menag.

Baca Juga:  Wamenhaj Bersama Matahari Pagi Indonesia Kembali Salurkan Bantuan untuk Warga Terdampak Banjir di Aceh Tamiang

Kehadiran Menag disambut hangat oleh jemaat GMIM Sentrum Manado. Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Utara Ulyas Taha menyampaikan bahwa kehadiran Menteri Agama di tengah jemaat Gereja Masehi Injili di Minahasa merupakan bentuk nyata perhatian negara terhadap seluruh umat beragama.

“Sulawesi Utara selama ini dikenal sebagai daerah yang rukun dan harmonis. Kehadiran Bapak Menteri Agama pada perayaan Natal ini semakin meneguhkan komitmen kita semua untuk terus menjaga persaudaraan lintas iman,” ujar Ulyas Taha.

Baca Juga:  Malam Idul Fitri, Pawai Takbiran di Mataram Berjalan Meriah Penuh Cahaya PLN

Badan Pekerja Majelis Jemaat (BPMJ) GMIM Sentrum Manado juga menyampaikan apresiasi atas kehadiran Menteri Agama dan jajaran Kementerian Agama yang dinilai memberi penguatan moral dan spiritual bagi umat di momen Natal.

Melalui perayaan Natal ini, Kementerian Agama menegaskan komitmennya untuk terus hadir bersama seluruh umat beragama, memperkuat moderasi beragama, dan merawat kerukunan sebagai modal sosial bangsa. ***

banner 336x280