BERBAGI News – Pemilihan Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) adalah momentum penting untuk mengukur komitmen pemerintah terhadap merit system, sekaligus indikator kepercayaan daerah kepada aparatur sipilnya sendiri.
Wacana yang berkembang belakangan bahwa NTB perlu mendatangkan figur dari luar daerah untuk memimpin birokrasi perlu disikapi secara kritis. Bukan karena figur eksternal selalu keliru, tetapi karena narasi ini menyiratkan pesan yang keliru bahwa ASN internal belum cukup layak memimpin daerahnya sendiri.
Padahal, fakta objektif menunjukkan sebaliknya. Kandidat internal Sekda NTB adalah pejabat-pejabat karier yang telah puluhan tahun mengelola sektor strategis pemerintahan dari perencanaan, perekonomian, komunikasi publik, perdagangan, ketahanan pangan, hingga tata kelola pemerintahan. Mereka tidak hanya memahami NTB, tetapi bertumbuh bersama kompleksitas masalahnya.
Dalam konteks itu, wacana “ impor sekda” layak dipertanyakan. Apakah yang sedang dicari benar-benar kompetensi, atau justru kenyamanan politik?
Sekda tidak hanya koordinator administrasi. Ia adalah jangkar stabilitas birokrasi, penjaga netralitas ASN, serta arsitek profesionalisme pemerintahan daerah. Ketika jabatan ini dibingkai seolah sebagai ruang “alternatif” karena ASN internal dianggap belum cukup, maka yang dipertaruhkan bukan hanya satu kursi jabatan, melainkan kredibilitas sistem karier ASN itu sendiri.
Merit system tidak boleh berhenti pada regulasi dan seminar. Ia harus hadir nyata dalam keputusan paling strategis. Jika ASN daerah yang berpengalaman, berpendidikan, dan berrekam jejak baik masih tersisih oleh asumsi tak tertulis, maka merit system sedang kehilangan maknanya.
NTB tidak kekurangan orang pintar. NTB tidak kekurangan pejabat berpengalaman. Yang kini diuji adalah keberanian politik untuk mempercayai hasil pembinaan birokrasi sendiri.
Mendatangkan pejabat dari luar tidak otomatis membawa kemajuan. Sebaliknya, menegakkan kepercayaan kepada ASN yang telah lama membangun daerah adalah investasi jangka panjang bagi stabilitas, loyalitas, dan profesionalisme pemerintahan.
Pemilihan Sekda NTB hari ini adalah penentu arah: membangun dari dalam, atau terus meragukan diri sendiri.
Dan daerah yang besar adalah daerah yang percaya pada putra-putri birokrasinya sendiri.***
















