Srikandi PLN UIW NTB Perkuat Ketangguhan Perempuan Hadapi Bencana

Daerah68 Dilihat

Mataram, GONTB – Semangat Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81 menjadi momentum bagi PT PLN (Persero) Unit Induk Wilayah Nusa Tenggara Barat (UIW NTB) untuk terus memperkuat ketahanan masyarakat melalui pemberdayaan perempuan.

Melalui Srikandi PLN UIW NTB, PLN berkolaborasi dengan BPBD Provinsi Nusa Tenggara Barat dan BPBD Kabupaten Lombok Barat menyelenggarakan Program Perempuan Tangguh Bencana di Desa Gerimak Indah, Kecamatan Narmada.

Program ini menjadi wujud nyata kontribusi PLN dalam membangun masyarakat yang tangguh terhadap bencana sekaligus mendukung keberlanjutan pelayanan kelistrikan melalui penguatan kapasitas masyarakat di sekitar infrastruktur ketenagalistrikan.

Program tersebut menempatkan perempuan sebagai bagian penting dalam upaya pengurangan risiko bencana melalui peningkatan kapasitas, pembentukan Tim Siaga Bencana Desa (TSBD), serta penyusunan sistem kesiapsiagaan yang berkelanjutan.

Pendekatan ini sejalan dengan semangat kemerdekaan yang mendorong seluruh elemen bangsa untuk berperan aktif dalam menciptakan lingkungan yang aman, tangguh, dan berdaya saing menghadapi berbagai tantangan.

Baca Juga:  Disbudpar Gelar Pelatihan Pengelolaan Destinasi Wisata dalam Penerapan CHSE

Ketua Srikandi PLN UIW NTB, Alfi Laili Fauziah, mengatakan bahwa perempuan memiliki peran strategis dalam membangun ketahanan keluarga maupun komunitas saat menghadapi bencana.

Karena itu, Srikandi PLN mendorong keterlibatan aktif perempuan pada setiap tahapan penanggulangan bencana, mulai dari mitigasi, kesiapsiagaan, respons darurat hingga pemulihan.

Menurutnya, perempuan bukan hanya kelompok yang perlu mendapat perlindungan, tetapi juga mampu menjadi pemimpin, penggerak, dan edukator dalam membangun budaya sadar bencana di tengah masyarakat.

Sebanyak 50 peserta yang terdiri atas anggota Tim Siaga Bencana Desa, perangkat desa, kelompok perempuan, lansia, penyandang disabilitas, serta perwakilan masyarakat mengikuti rangkaian pelatihan yang mencakup sosialisasi mitigasi bencana, simulasi evakuasi banjir, pertolongan pertama, hingga koordinasi penanganan kondisi darurat.

Program ini juga menghasilkan pembentukan TSBD yang melibatkan unsur perempuan, penyusunan Standar Operasional Prosedur (SOP) Penanganan Banjir, serta penyaluran paket perlengkapan tanggap darurat sebagai dukungan operasional desa. Berdasarkan hasil evaluasi, tingkat pemahaman peserta mengalami peningkatan, ditunjukkan oleh kenaikan proporsi peserta dengan nilai 90–100 dari 48 persen sebelum pelatihan menjadi 58 persen setelah pelatihan.

Baca Juga:  Patriot Desa Emas Indonesia, 54 Pemuda Wonomarto Mengikuti Pelatihan

Kolaborasi lintas sektor tersebut mendapat apresiasi dari Pemerintah Desa Gerimak Indah dan BPBD. Kepala Desa Gerimak Indah, Amal Suhardy, menilai pendampingan yang dilakukan Srikandi PLN bersama BPBD Provinsi NTB dan BPBD Kabupaten Lombok Barat berhasil memperkuat kesiapsiagaan masyarakat pascabanjir yang pernah melanda wilayah tersebut. Sementara itu, perwakilan Kalaksa BPBD Provinsi NTB, H. Moh. Munir, S.Pd., menyampaikan bahwa penguatan kapasitas Tim Siaga Bencana Desa merupakan fondasi penting dalam membangun desa yang tangguh terhadap bencana.

Melalui pendampingan yang dilakukan secara berkelanjutan, Desa Gerimak Indah berhasil meningkatkan statusnya menjadi Desa Tangguh Bencana (Destana) Tingkat Pratama.

Ke depan, simulasi kebencanaan akan terus dilaksanakan secara berkala untuk meningkatkan kemampuan TSBD, memperkuat koordinasi antarpemangku kepentingan, serta membangun budaya kesiapsiagaan di tengah masyarakat.

Baca Juga:  NTB Membawa Nama baik Indonesia di Asian International Festival

Program ini juga memiliki nilai strategis karena berada di kawasan yang berdekatan dengan Gardu Induk Mataram 150 kV, sehingga ketangguhan masyarakat turut mendukung keandalan aset ketenagalistrikan dan keberlangsungan pasokan listrik bagi masyarakat.

Sejalan dengan hal tersebut, General Manager PLN UIW NTB Yondri Zulfadli menegaskan bahwa kemerdekaan bukan hanya dimaknai sebagai keberhasilan pembangunan infrastruktur, tetapi juga kemampuan membangun masyarakat yang tangguh, inklusif, dan siap menghadapi berbagai tantangan.

“PLN meyakini bahwa ketahanan bangsa dibangun dari masyarakat yang kuat. Melalui Srikandi PLN, kami mendorong perempuan menjadi penggerak dalam meningkatkan kesiapsiagaan bencana di lingkungan masing-masing. Kolaborasi bersama pemerintah daerah dan masyarakat ini merupakan bagian dari komitmen PLN untuk menghadirkan manfaat yang berkelanjutan sekaligus menjaga keandalan pelayanan kelistrikan demi mendukung pembangunan Indonesia yang semakin maju pada usia kemerdekaan ke-81,” tutup Yondri Zulfadli. ***

banner 336x280