Gaung Muktamar XXIII Al Washliyah Mulai Terasa Berdetak

Religi152 Dilihat

BERBAGI News – Gaung Muktamar XXII Al Jam’iyayul Washliyah mulai terasa akan berlangsung pada 7-10 Juli 2026 M/ 23-25 Muharam 1448H. di Asrama Haji Pondokgede Jakarta Timur.

Berbagai persiapan telah digerakan, rapat-rapat konsolidasi panitia, hingga penyusunan agenda strategis menjadi pertanda bahwa denyut Muktamar telah mulai berdetak.

Karena itu, warga Al Washliyah di seluruh nusantara tidak cukup hanya menjadi penonton Muktamar.

Muktamar harus disambut sebagai gerakan bersama. Setiap cabang, ranting, organisasi otonom dan kader perlu mengambil bagian dalam menyemarakkan gaungnya.

Sudah saatnya pengajian-pengajian mulai berbicara tentang Muktamar. Sudah saatnya kader-kader muda mengenal sejarah Al Washliyah dan makna Muktamar.

Baca Juga:  Umur Manusia! Kita Hidup Di Waktu Ashar?

Sudah saatnya warga persyarikatan merasakan bahwa Muktamar bukan milik pimpinan semata, melainkan milik seluruh warga Al Washliyah.

Selanjutnya, jika seluruh energi Persyarikatan Al Washliyah bergerak bersama, maka Muktamar XXIII tidak hanya akan sukses sebagai acara organisasi, ia akan menjadi momentum kebangkitan, penguatan ukhuwah, dan peneguhan Al Washliyah sebagai kekuatan moral bangsa.

Boleh jadi, Muktamar XXIII Al Jam’iyatul (Al Washliyah) kali ini akan melahirkan penegasan baru tentang masyarakat sejahtera, bangsa yang makmur, peradaban ugggul, atau konsep-konsep strategis menghadirkan pemikiran yang melampaui kepentingan organisasi semata dan berbicara untuk kepentingan bangsa.

Sejarah mencatat bahwa Al Washliyah tidak pernah memosisikan diri sebagai gerakan yang eksklusif. Sebaliknya, Al Washliyah hadir untuk membangun pendidikan yang mencerdaskan, dakwah yang mencerahkan, dan pelayanan sosial yang membahagiakan.

Baca Juga:  Sambut Hari Santri Nasional 2024, Kemenag NTB gelar Santri Bersholawat

Dengan demikian, Muktamar bukan sekadar peristiwa organisasi, ia adalah perjumpaan gagasan, konsolidasi gerakan, dan peneguhan komitmen kebabangsaan. Di dalamnya, Al Washliyah menulis arah perjalanan umat dan bangsa untuk lima tahun kedepan.

Muktamar Al Washliyah ini hasilnya tidak hanya berdampak ke Al Washliyah saja, tapi juga bagi khidupan berbangsa, maupun bagi kemanusian secara universal dan membawa rahmatan lila’lamiin.

Al WashIiyah hendaklah mempersiapkan diri untuk menunjukkan kepada dunia Islam bahwa Al Washliyah (AW) tetap bergegerak, tetap memberikan harapan, tetap hidup, sejajar dan setara dalam perkembangan dan kemajuannya bersama mitra organisasi Islam lainnya seperti Nadhlatul Ulama (NU) dan Muhammadiyah (MD). Hiduplah Al Washliyah Zaman Berzaman.

Baca Juga:  Tiba Saatnya Menyambut Ramadhan

Selamat Sukses Mengikuti Muktamar XXIII. Semoga seluruh warga Al Washliyah selalu mendapat ridha dan rahmat serta petunjuk Allah SWT, sehingga Muktamar tersebut menghasilkan keputusan yang terbaik untuk agama, warga dan bangsa di masa depan.

Nashrun minallahi Wa Fahthun Qariib Wa Basysyiiril Mukminin.

Penulis Aswan Nasution adalah warga pencinta Al Washliyah dari Mataram-Lombok-Nusa Tenggara Barat (NTB).

banner 336x280