Museum Lakukan Perawatan Koleksi. Bunyamin: Minyak Sereh untuk Lindungi Naskah Kuno

Seni dan Budaya55 Dilihat

Berbaginews.com.- Museum Negeri Nusa Tenggara Barat melakukan perawatan terhadap koleksi naskah kuno.

Perawatan dilakukan dengan dua cara yakni perawatan preventif dan kuratif. Perawatan preventif dilakukan sebagai upaya pencegahan agar koleksi tidak rusak, berdebu, berkarat dan lembab.
Sementara, perawatan kuratif merupakan langkah lanjutan guna ‘mengobati’ koleksi yang mengalami kerusakan.

“Perawatan preventif dilakukan dengan membersihkan ruangan penyimpanan koleksi dari debu hingga mengatur kelembaban udara. Kelembabannya jangan sampai diatas 65 persen,” jelas Pamong Budaya Madya Museum NTB, Bunyamin, Rabu 17 September 2026.

Baca Juga:  Kreatif… Himbauan “Stay At Home” diisi Warga Repok Bebek Dengan Mural

Selain itu, kata Bunyamin ketika melakukan perawatan preventif, petugas juga melakukan seleksi, mana koleksi yang harus segera dilakukan tindakan pengobatan atau kuratif

“Seleksi dilakukan untuk melihat kondisi koleksi, mana koleksi yang prioritas untuk dilakukan perawatan,” katanya

Baca Juga:  Masyarakat Diminta Laporkan Warisan Budaya

Menurut Bunyamin, saat ini ada 60 naskah kuno yang akan dirawat. Proses perawatan dilakukan dengan hati-hati agar naskah kuno tidak mengalami kerusakan.

Dalam melakukan perawatan naskah kuno, jelas Bunyamin hal pertama yang dilakukan dengan membersihkannya dari debu menggunakan kuas halus. “Pembersihan debu dilakukan satu arah, ke kanan atau ke kiri,” katanya.

Baca Juga:  Gelegar Khasanah Ramadhan, Museum NTB Hadirkan 44 Koleksi Unggulan

Setelah debu dibersihkan, jelas Bunyamin pembersihan selanjutnya menggunakan minyak sereh atau alkohol, tergantung tingkat kerusakannya.

Jika kerusakannya ringan seperti berdebu, cukup menggunakan minyak sereh.

“Minyak sereh digunakan untuk melindungi koleksi agar tidak diganggu oleh binatang yang suka melubangi kertas atau daun,” katanya .(Indri)***

banner 336x280