Bengkel “MAU” Hantarkan Yatim Berjuang Untuk Hidup Lebih Layak

Mataram, BERBAGI News – Sejak tahun 2016 silam berawal dari tukang tambal ban di Jalan Langko, Ampenan Kota Mataram, Paizi bersama kakak dan sahabatnya mendirikan sebuah usaha dibidang Perbengkelan yang khusus melayani servis kendaraan roda dua.

Dari info yang dihimpun Pejuang Berbagi saat mengunjungi Bengkel sederhana ini, Paizi adalah seorang anak yatim yang ditinggal wafat oleh ibunya saat masih berusia 2 tahun, bertempat tinggal di Lingkungan Banjar Dasan Agung atau Repok Bebek, Kelurahan Dasan Agung Baru Kecamatan Selaparang Kota Mataram. Selasa (28/07).

Sejak wafatnya sang ibu Paizi kecil yang saat itu masih usia 2 tahun telah kehilangan kasih sayang dari seorang ibu yang kebanyakan anak lainnya dimasa usia Paizi masih sangat membutuh kan belaian dan pelukan sang bunda, dengan kegigihan perjuangan sang Ayah Alhamdulillah Paizi bisa selesai sekolah SMK Jurusan Otomotif Teknik Kendaraan Ringan (TKR) pada tahun 2015 lalu.

Baca Juga:  Kompolnas Awards 2025! Polresta Mataram Masuk 5 Besar Nominator

Selama duduk di bangku sekolah Paizi sering membantu sang ayah juga yang sebagai tukang servis kendaraan panggilan, guna meringankan beban sang ayah untuk memberi nafkah yang ditanggung Paizi ikut berjuang sebagai tulang punggung keluarga karena ada 2 saudara masih butuh biaya yaitu adik kandung yang masih duduk di bangku SMP dan adik balita berusia 5 tahun dari ibu Tiri.

Baca Juga:  Hasil Ladang Kebun, antarkan Niat Suci Mantan Kepala Desa Tepal Umroh

Saat ini bengkel “Mau” butuh bantuan untuk mengembangkan usaha serta modal usaha. Di bengkel MAU saat ini hanya menerima Jasa servis.

“apabila ada pergantian onderdil, kami minta dulu biaya pembelian alat atau bahan yang mau diganti, dan kami belikan ke toko untuk kemudian kami sodorkan Nota ata kwitansi”, ucap Paizi.

Baca Juga:  Tahun 2025, Tarif Listrik PLN Tetap

Bengkel buka setiap hari mulai dari jam 8 pagi hingga jam 10 malam, Dari hasil operasional bengkel saat ini hanya kisaran 50rb sampai dengan 100ribuan per hari yang harus dibagi bagi dengan teman kerjanya, meski dalam kondisi penghasilan yang minim Paizi tidak pernah ada nama kata mengeluh dan putus asa, bukan hanya harapan yang bisa digantungkan untuk menggapai kehidupan yang lebih layak melainkan perjuangan yang ikhlas sebagai kunci keberhasilannya. Amiiiin. (Red)

banner 336x280