Listrik Tanpa Merusak Alam, PLTMH Santong Sumbang 2.5% EBT di NTB

Lombok Utara, BERBAGI News – General Manager (GM) PLN NTB, Sri Heny Purwanti menegaskan bahwa PLN terus membuktikan keseriusannya untuk mencapai energi hijau lebih awal di Provinsi NTB.

Salah satunya adalah dengan memanfaatkan air yang melimpah di aliran sungai Sekeper Desa Santong Kabupaten Lombok Utara yakni pembangkit listrik tenaga Mikrohidro (PLTMH).

Diakuinya, PLTMH santong ini merupakan salah satu penyuplai listrik di NTB dengan menyumbang 2,5 persen Energi baru dan terbarukan (EBT).

Baca Juga:  Bengkel "MAU" Hantarkan Yatim Berjuang Untuk Hidup Lebih Layak

“PLTMH Santong ini dengan kapasitas 1000 kW (KiloWatt) dapat menghasilkan rata-rata 3,5 juta kilowatt per jam (kWh) listrik setiap tahun,“ kata Heny saat menggelar acara Visit Media di PLTMH Santong, Kabupaten Lombok Utara. Kamis (19/06/2025).

Jelasnya, aliran air yang digunakan tetap aman dan tidak mengurangi pasokan air ke masyarakat. Justru kata dia dengan tetap menjaga debit sungai, PLN  bisa menghadirkan listrik tanpa merusak alam.

Baca Juga:  Nggak bisa Semaunya! Ini Batas Beli Token Listrik Bulan Februari 2025

kehadiran PLTMH Santong menjadi simbol penting, bahwa langkah kecil di daerah juga memiliki peran besar dalam agenda nasional menuju energi hijau.

“Dengan memanfaatkan potensi lokal dan mengedepankan prinsip keberlanjutan, PLN memperlihatkan bahwa transisi energi bukan sekadar wacana, melainkan upaya nyata yang terus bergerak maju,” ungkapnya.

Baca Juga:  Ini Komentar Hakim Konstitusi MK Tentang Kopi Lanang

Pembangkit listrik tenaga mikrohidro (PLTMH) adalah suatu pembangkit listrik skala kecil yang menggunakan tenaga air sebagai tenaga penggeraknya seperti saluran irigasi sungai atau air terjun alam dengan cara memanfaatkan tinggi terjun dan jumlah debit air.

Secara teknis mikrohidro memiliki tiga komponen utama yaitu air sebagai sumber energi, turbin dan generator. ***

banner 336x280