BERBAGI News – Sesungguhnya Allah SWT menghendaki umat yang beragam dalam hal warna kulit, kebangsaan, bahasa, dan lain sebagainya ini dapat berbaur menjadi satu dan bernaung di bawah bendera Islam.
Tetapi di sepanjang sejarah umat Islam, penyeru-penyeru kesesatan selalu menghalanginya, selalu mengkotak-kotakan umat Islam menjadi kelompok-kelompok yang bertentangan dengan Islam.
Perpecahan ini banyak sekali macamnya, namun secara garis besarnya dikelompokkan tiga hal yaitu: Perpecahan di dalam masalah aqidah, perpecahan di dalam masalah hukum, serta perpecahan di dalam masalah politik.
1. Perpecahan di Dalam Masalah Aqidah
Perlu diketahui bahwa perpecahan dalam masalah aqidah ini sangat berbahaya bagi kehidupan manusia. Karena manusia sebenarnya selalu dikendalikan oleh pikiran dan keyakinanya (aqidahnya).
Tingkah laku, karakter, dan moralitas manusia adalah refleksi dari pemikiran dan keyakinan yang dimilikinya adanya pemikiran yang menyimpang yang menimbulkan tumbuhnya kepercayaan yang sesat dalam diri sebagian kaum muslimin akan menyebabkan tumbuhnya perpecahan di antara mereka.
Sekarang orang-orang yang diwarnai oleh pemikiran para orientalis Barat telah banyak menjadi pemimpin di negara-negara yang mayoritas penduduknya muslim. Pemikiran-pemikiran ini akan sangat berpengaruh pada generasi muda Islam di negara tersebut.
2. Perpecahan di dalam masalah hukum
Dalam masalah hukum, terjadi perpecahan yang disebabkan oleh taqlid buta terhadap pendapat seseorang yang bertentangan dengan al-Qur’an dan Hadits.
Perbedaan pendapat yang sedemikian itu kemudian akan lebih cenderung mengikuti kehendak nafsu dari pada tuntunan Allah dan Rasul-Nya, sehingga timbullah kelompok manusia yang tidak mau menggunakan al-Qur’an dan as-Sunnah sebagai sumber hukum.
3. Perpecahan di dalam masalah politik
Sedangkan di dalam masalah politik, telah berpecah belah sejak setelah keturunan Bani Umayah, yaitu tepatnya ketika Bani Abbas memerintah di wilayah timur, sedangkan Bani Umayah memerintah di Andalusia.
Kemudian kedua pemerintahan ini terpecah-pecah menjadi negara-negara kecil, setiap negara dipimpin oleh seorang pemimpin. Sejak itulah musuh- musuh Islam berusaha menanamkan bibit perpecahan di dalam kaum muslimin yang sampai sekarang belum dapat disembuhkan dengan baik.
Dengan demikian, dalam hal ini, kita diingatkan kembali dengan beberapa firman Allah SWT, sebagai upaya untuk menggalang kembali persatuan dan kesatuan serta kekuatan umat Islam yang telah lama dicabik-cabik oleh musuh, diantaranya:
Pertama: Masuk ke dalam Islam secara total.
Allah SWT berfirman di dalam surat al-Baqarah ayat 208:
” Hai orang-orang yang beriman, masuklah kamu ke dalam Islam secara total, dan janganlah kamu sekalian mengikuti langkah-langkah setan, sesungguhnya setan itu merupakan musuh yang nyata bagi kamu sekalian.”
Kemajuan besar yang menyangkut keberadaan umat Islam sangat ditentukan oleh sikap umat Islam itu sendiri yang mengambil agama yang diturunkan Allah Swt ini secara total (kaffah).
Mereka saling menyatakan diri untuk mengelilingi agama ini, sehingga jadilah mereka umat yang satu. Dengan demikian terbentuklah kekuatan umat yang besar dan tak terkalahkan.
Perpecahan yang ditaburkan oleh musuh-musuh Islam telah berhasil memporak-porandakan persatuan dan kesatuan kaum muslimin, sehingga umat ini menjadi umat yang bergolong-golong, berkelompok-kelompok bahkan berubah menjadi perkumpulan-perkumpulan.
Kedua: Berpegang teguh pada satu azas, yaitu Islam.
Sesungguhnya identitas utama yang membuat umat ini memperoleh derajat yang tinggi adalah persatuan mereka di dalam berpegang teguh kepada Allah. Ini adalah merupakan sunnatullah yang di tetapkan di dalam al-Qur’an surat Ali-Imran ayat 103:
“Dan berpegang teguhlah kamu sekalian kepada tali (agama) Allah, dan janganlah bercerai berai.”
Al-Qur’an juga mengingatkan bahwa dahulu kita ini terdiri dari berbagai kabilah dan suku yang saling bermusuhan antara satu dan lainnya. Kemudian setelah datangnya Islam, maka bersatulah mereka dalam satu ikatan agama. Allah juga melarang mengikuti jalan umat terdahulu, yaitu jalan yang penuh perselisihan dan perpecahan.
Karena sesungguhnya perpecahan dan perselisihan ini akan membawa kita kepada kegagalan, kekalahan dan menghilangkan kekuatan.
Sedangkan persatuan dan kesatuan akan menjadi kokoh serta perkasa di dalam menghadapi bermacam badai dan topan sehingga dapat menghancur-luluhkan musuh.
Allah SWT berfirman dalam surat al-Anfal ayat 46:
“Dan taatlah kepada Allah dan Rasul-Nya, dan janganlah kamu berbantah-bantahan yang menyebabkan kamu menjadi gentar dan hilang kekuatanmu, dan bersabarlah sesungguhnya Allah bersama orang-orang yang sabar.”
Ketiga: Menghilangkan fanatisme golongan.
Fanitisme golongan yang berkembang di tengah-tengah masyarakat Islam adalah merupakan penyakit berbahaya yang akan menggerogoti persatuan dan kedatuan kaum muslimin. Islam telah menetapkan bahwa perekat yang dapat menyatukan kaum muslimin adalah Islam itu sendiri.
Sejarah masa lalu telah membuktikan bahwa negara Islam telah berdiri karena dilandasi oleh persatuan Islam. Karena dengan persatuan Islam tersebut akan lenyap bebagai fanatisme terhadap bangsa, warna kulit, negara maupun keturunan.
Sesungguhnya ikatan yang dapat mempersatukan umat Islam adalah Islam itu sendiri. Untuk itu marilah kita kembali berpegang teguh kepada Islam, masuk ke dalam Islam secara total. Dengan demikian insya Allah dunia Islam yang telah lama terpotong-potong ini akan dapat bersatu kembali. Amin ya rabbal a’lamin.
Referensi: Dikutip dari beberapa sumber.















