Cara Menurunkan Tensi Darah 140: Mudah Kok!

Menurunkan tensi bisa dengan cara membatasi asupan garam. Selain itu, konsumsi obat penurun tekanan darah tinggi yang direkomendasikan dokter.

Kesehatan91 Dilihat

BERBAGI News – Tekanan darah dengan angka sistolik 140 mmHg sering kali menjadi sinyal peringatan pertama bagi banyak orang. Dalam klasifikasi medis, angka ini sering kali menandakan seseorang telah memasuki fase Hipertensi Derajat 1.

Kondisi ini memang perlu diwaspadai, namun kamu tidak perlu panik secara berlebihan karena pada tahap ini, perubahan gaya hidup yang konsisten masih sangat efektif untuk mengontrol angka tersebut agar tidak terus merangkak naik.

Hipertensi sering dijuluki sebagai “The Silent Killer” karena gejalanya yang jarang muncul secara nyata sampai kerusakan organ terjadi. Oleh karena itu, mengetahui cara menurunkan tensi darah 140 mudah kok dilakukan selama kamu memiliki komitmen untuk mengubah pola makan dan aktivitas fisik harian.

Penanganan dini sangat krusial untuk mencegah komplikasi serius seperti penyakit jantung koroner, stroke, hingga gagal ginjal di masa depan.

Jika kamu mendapati angka tensi berada di angka 140, langkah pertama yang paling bijak adalah melakukan konsultasi ke dokter Halodoc yang tersedia 24 jam, kapan saja dan di mana saja untuk mendapatkan evaluasi medis yang menyeluruh. Hal ini penting untuk memastikan apakah tekanan darah tinggi tersebut dipicu oleh faktor genetik, gaya hidup, atau kondisi medis lainnya yang mendasari.

Nah, mau tahu apa saja pilihan langkah yang bisa kamu ambil untuk menormalkan kembali tekanan darahmu? Berikut ulasannya!

Memahami Tensi Darah 140/90 mmHg: Apakah Berbahaya?

Banyak masyarakat Indonesia yang baru menyadari adanya masalah kesehatan saat melakukan pemeriksaan rutin di puskesmas atau apotek.

Baca Juga:  Masuk Kategori Daerah Transmisi Lokal, Kepala Dinas Kesehatan Keluarkan Imbauan

Angka 140/90 mmHg menurut panduan dari American Heart Association (AHA) sudah termasuk dalam kategori hipertensi tahap satu.

Pada level ini, dinding pembuluh darah mulai mengalami tekanan yang lebih besar dari biasanya, yang jika dibiarkan akan memicu pengerasan pembuluh darah atau aterosklerosis.

Faktor-faktor seperti konsumsi garam berlebih, kurangnya aktivitas fisik, tingkat stres yang tinggi, serta kebiasaan merokok menjadi pemicu utama meningkatnya tekanan darah.

Selain itu, seiring bertambahnya usia, elastisitas pembuluh darah cenderung menurun, sehingga risiko kenaikan tensi menjadi lebih tinggi.

Namun, dengan intervensi yang tepat, angka 140 mmHg ini sangat mungkin diturunkan kembali ke batas normal di bawah 120/80 mmHg.

Cara Alami Menurunkan Tekanan Darah Tanpa Obat

Berikut ini cara alami menurunkan tekanan darah tanpa obat:

1. Membatasi Asupan Natrium (Garam)

Garam atau natrium adalah musuh utama penderita hipertensi. Natrium bersifat mengikat air di dalam tubuh, yang meningkatkan volume darah dan memberikan beban kerja ekstra pada jantung.

Batas aman konsumsi garam bagi penderita hipertensi adalah tidak lebih dari 1.500 mg natrium per hari, atau setara dengan sekitar setengah hingga satu sendok teh garam dapur.

Perlu diingat bahwa sumber natrium tidak hanya dari garam meja, tapi juga banyak terdapat pada makanan kaleng, mi instan, dan makanan cepat saji.

Baca Juga:  Tanda-Tanda Orang Hamil 3 Hari: Apakah Bisa Terdeteksi?

2. Rutin Berolahraga Aerobik

Aktivitas fisik seperti jalan cepat, bersepeda, atau berenang selama 30 menit sehari dapat menurunkan tekanan darah secara signifikan. Saat kita berolahraga, jantung akan terlatih untuk memompa darah dengan lebih efisien menggunakan lebih sedikit energi.

Hasilnya, tekanan pada pembuluh darah pun akan berkurang. Konsistensi adalah kunci, olahraga sesekali tidak akan memberikan dampak jangka panjang bagi penurunan tensi darah.

3. Teknik Relaksasi dan Manajemen Stres

Saat stres, tubuh melepaskan hormon adrenalin dan kortisol yang menyebabkan detak jantung meningkat dan pembuluh darah menyempit. Melakukan meditasi, latihan pernapasan dalam (deep breathing), atau yoga terbukti secara klinis mampu menurunkan aktivitas sistem saraf simpatik, sehingga membantu pembuluh darah lebih rileks dan tekanan darah menurun secara perlahan.

Tips Praktis Menjaga Tekanan Darah di Rumah
  1. Rutin melakukan pemantauan tensi mandiri dengan tensimeter digital yang akurat.
  2. Pastikan kamu mendapatkan waktu tidur yang berkualitas, minimal 7-8 jam setiap malam.
  3. Hindari paparan asap rokok dan konsumsi alkohol yang dapat merusak integritas pembuluh darah.

Menerapkan Diet DASH untuk Hipertensi

Diet DASH (Dietary Approaches to Stop Hypertension) adalah pola makan yang dirancang khusus oleh para ahli untuk membantu penderita tekanan darah tinggi. Fokus utama diet ini adalah mengonsumsi makanan yang kaya akan kalium, magnesium, dan kalsium, yang semuanya berperan dalam merilekskan dinding pembuluh darah dan membantu membuang kelebihan natrium melalui urine.

Baca Juga:  Peduli Covid-19, PDAM Giri Menang Sumbang Ratusan APD

1. Tingkatkan Konsumsi Sayur dan Buah

Sayuran hijau seperti bayam dan buah-buahan seperti pisang atau alpukat mengandung kalium tinggi. Kalium membantu menyeimbangkan kadar air dalam tubuh dan mengurangi ketegangan pada pembuluh darah.

2. Pilih Biji-bijian Utuh (Whole Grains)

Mengganti nasi putih dengan nasi merah atau gandum utuh memberikan asupan serat yang lebih tinggi. Serat tidak hanya baik untuk pencernaan, tetapi juga membantu menjaga kesehatan jantung secara menyeluruh.

      1. Apakah tensi darah 140/90 sudah termasuk darah tinggi?

      Ya, menurut standar medis terbaru, angka 140/90 mmHg sudah dikategorikan sebagai Hipertensi Derajat 1 yang memerlukan perhatian dan penanganan, dimulai dari perubahan gaya hidup.

      2. Apa cara tercepat menurunkan tensi darah yang sedang naik?

      Cara tercepat untuk menenangkan tekanan darah adalah dengan beristirahat total di lingkungan yang tenang, melakukan teknik pernapasan dalam, dan menghindari aktivitas fisik berat untuk sementara waktu.

      3. Buah apa yang bisa menurunkan tensi dengan cepat?

      Buah yang kaya kalium seperti pisang, melon, dan jeruk, serta buah berry yang kaya antioksidan (anthocyanin) sangat baik untuk membantu mengontrol tekanan darah.

      4. Bolehkah penderita tensi 140 minum kopi?

      Kafein dapat memicu kenaikan tekanan darah sementara. Bagi penderita hipertensi, disarankan untuk membatasi konsumsi kopi atau berkonsultasi dengan dokter mengenai sensitivitas tubuh terhadap kafein.

      banner 336x280