Al Washliyah Turut Gagas Lahirnya MUI

Oleh: Aswan Nasution

Nasional88 Dilihat

BERBAGI News – AL JAM’IYATUL WASHLIYAH (Al Washliyah) didirikan pada 30 Nvember 1930 oleh para pelajar Islam Maktab Islamiyah Tapanuli. Organisasi ini berasaskan Islam dan berfokus pada pendidikan, dakwah dan sosial.

Sementara itu, Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat dibentuk pada 26 Juli 1975 di Jakarta sebagai wadah para ulama dan cendekiawan Muslim. (Mui).

SEJARAH SINGKAT AL JAM’IYATUL WASHLIYAH

Organisasi ini bermula dari kelompok diskusi siswa Maktab Islamiyah Tapanuli di Medan. Nama “AL JAM’ IYATUL WASHLIYAH” yang berarti “perhimpunan yang menghubungkan” diberikan oleh Syehk Muhammad Yunus. Para tokoh pendirinya antara lain H. Muhammad Arsyad Thalib Lubis, H. Abdurrahman Syhihab, dan H. Ismail Banda. Sejarah awal, Al Washliyah aktif mengembangkan lembaga pendidikan Islam mulai dari madrasah hingga Perguruan Tinggi dan bergerak dalam pelayanan sosial umat. (jurnal UINSU).

Adapun lembaga pendidikan Islam, dakwah, dan sosial. Madrasah pertamanya didirikan pada 1 Agustus 1932 di Medan. Kini, Al Washliyah telah berkembang menjadi salah satu ormas Islam terbesar di Indonesia yang memiliki berbagai tingkatan kepengurusan dan lembaga pendidikan dan dakwah di seluruh nusantara. (cas.or.id).

SEKILAS KEBERDAAN MAJELIS MAJELIS ULAMA INDONESIA (MUI) PUSAT

Baca Juga:  Wamentan Gelar Dialog Tani, GamaGora 7 Upaya Tingkatkan Ketahanan Pangan Nasional

Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat lahir dari Musyawarah Nasional Ulama yang diselenggarakan atas prakarsa pemerintah pada 21-27 Juli 1975. Pertemuan tersebut menyatukan para ulama dari berbagai latar belakang organisasi Islam di Indonesia-termasuk organisasi Islam Al Washliyah. Selanjutnya, untuk membentuk lembaga independen yang berfungsi memberikan fatwa, nasihat, dan bimbingan keagamaan.

Tokoh besar seperti Prof. Dr. Hamka didapuk sebagai Ketua Umum pertama MUI Pusat (1977-1981). Dalam sejarah pendirian MUI, Al Washliyah merupakan salah satu dari 10 organisasi massa (ormas) Islam tingkat pusat yang menjadi elemen utama pendiri lembaga tersebut. (Mui kota Bandung).

KETERIKATAN SEJARAH AL WASHLIYAH DAN MUI PUSAT

Dalam pembentukan awal MUI pada tahun 1975, Al Washliyah merupakan salah satu dari 10 organisasi masyarakat (ormas) Islam tingkat pusat yang diundang dan terlibat langsung dalam musyawarah pendirian tersebut. (detikcom).

Dikutip dari mui-lamandau.or.id, menjelaskan, ” antara lain meliputi dua puluh enam orang ulama yang mewakili 26 Provinsi di Indonesia, 10 orang dari ormas-ormas Islam tingkat pusat, yaitu, NU, Muhammadiyah, Syarikat Islam, Perti, AL WASHLIYAH, Math’ Laul Anwar, GUPPI, PTDI, DMI, dan Al Ittihadiyah, 4 orang ulama dari Dinas Rohani Islam, AD dan POLRI serta 13 orang tokoh/cendekiawan yang merupakan tokoh perorangan. (mui-lamandau.or.id).

Baca Juga:  Pemahaman Finansial Berguna untuk Perjuangan Serikat Pekerja yang Lebih Kuat

Menurut Dr. H. Yusnar Yusuf Ketua Umum PB. Al Washliyah hasil Muktamar XXI di Jakarta itu, dalam kesempatan pada Musyawarah Nasional (MUNAS) IX Majelis Ulama Indonesia (MUI) di Surabaya 24-27 Agustus 2015 mengunggkapkan dalam media kabarwashliyah.com. 27/8/2015 bahwa, “Al Washliyah merupakan salah satu pendiri MUI. Di dalam piagam pendirian MUI nama Al Washliyah termasuk salah satu pendiri MUI yang ketika itu Al Washliyah diwakili Anas Tanjung.” (kabarwashliyah.com).

Dari sumber lain mengatakan, “Al Washliyah merupakan salah satu dari 10 organisasi massa (ormas) Islam tingkat pusat yang ikut membidani dan mendirikian Majelis Ulama Indonesia (MUI) pada 26 Juli 1975”. (instagram …)

Selain itu, disebut juga bahwa ketetapan tersebut dalam Piagam Berdirinya MUI yang ditandatangani oleh para ulama, termasuk perwakilan dari Al Washliyah. Hingga kini, Al Washliyah tetap menjadi bagian integral dari organisasi Islam yang aktif mendukung MUI”. (washliyah.or.id).

KETERKAITAN HISTORIS DAN TOKOH AL WASHLIYAH

Sebagai salah satu ormas Islam yang mapan dan berakar kuat di Indonesia, Al Washliyah memiliki andil keterlibatan erat dengan kepengurusan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat dari masa kemasa.

Baca Juga:  NTB Raih Juara Pertama SPM Awards 2025, Wagub Hadiri Penganugerahan di Jakarta

Tokoh-tokoh Al Washliyah aktif berperan dalam kepengurusan MUI. Salah satunya adalah Dr. H. Yusnar Yusuf, MS (Ketua Dewan Pertimbangan Al Washliyah) yang diamanahi posisi strategis sebagai wakil Ketua Dewan Pertimbangan Majelis Ulama Indonesia (MUI) masa khidmat 2025-2030.Selain itu, juga ada Ketua Umum Pengurus Besar Al Washliyah (PB Al Washliyah) masa khidmat 2021-2026, Dr. KH. Masyhuril Khamis, SH, MM, tercatat pernah memimpin Pusat Dakwah dan Perbaikan Akhlak Bangsa ( PD PAB) MUI dan saat ini menjabat sebagai Ketua Bidang Halal MUI Pusat. (Wikipedia)

Dengan harapan, penguatan sinergi antara Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan Al Washliyah dapat menjangkau hingga daerah-daerah, melalui kolaborasi kepengurusan komitmen bersama pembinaan umat dan menekan krisis ahklak serta moralitas melalui berbagai program keummatan dan dakwah.

Demikian sekilas tentang peran utama Al Washliyah dalam melahirkan dan membidani lahirnya Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat. Semoga bermanfaat.Penulis: Aswan Nasution, Penasihat Pengurus Wilayah Al Washliyah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB). ***

banner 336x280