Mataram, BERBAGI News – Menjelang pelaksanaan Musyawarah Wilayah (Muswil) Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) Nusa Tenggara Barat (NTB), beredar sebuah flyer yang menginformasikan agenda Musyawarah Luar Biasa Wilayah (Muslubwil) KAMMI NTB. Beredarnya flyer tersebut memunculkan beragam tanggapan di kalangan kader.
Sekretaris Jenderal KAMMI NTB, Muhammad Aulia, menyayangkan munculnya flyer tersebut di tengah persiapan Muswil yang dijadwalkan akan segera dilaksanakan.
Menurutnya, kepengurusan wilayah yang sah saat ini merupakan hasil Muswil KAMMI NTB di Sesaot, Lombok Barat, sehingga proses pergantian kepengurusan sebaiknya menunggu mekanisme organisasi yang telah dijadwalkan.
Muhammad Aulia menduga penyelenggaraan Muslubwil tersebut berkaitan dengan kepentingan tertentu di tingkat pusat. Namun, ia menegaskan bahwa hal tersebut masih merupakan dugaan dan meminta seluruh pihak tetap menghormati mekanisme organisasi serta mengedepankan persatuan kader.
“Muswil tinggal menghitung waktu. Karena itu kami mempertanyakan mengapa tidak menunggu proses yang telah dijadwalkan. Kami berharap seluruh dinamika organisasi tetap berjalan sesuai aturan yang berlaku,” ujar Muhammad Aulia.
Ia juga mengimbau seluruh kader KAMMI NTB agar tetap tenang dan tidak mudah terprovokasi oleh informasi maupun flyer yang beredar di media sosial.
“Jika tujuan dari langkah tersebut benar-benar untuk memperbaiki KAMMI NTB dengan niat yang tulus, tentu kami menyambut baik. Namun apabila justru bertujuan memecah persatuan kader atau didorong oleh kepentingan tertentu, kami sangat menyayangkan hal tersebut,” tutupnya. ***




















