Kemensos Berhasil Berdayakan 1.200 Warga Miskin di Karanganyar

Nusantara93 Dilihat

Jakarta, BERBAGI News – Kementerian Sosial (Kemensos) menyatakan,  formulasi Program Pemberdayaan Sosial Ekonomi (PPSE) tidak hanya berfokus pada penyaluran bantuan sosial (bansos), melainkan pada penguatan kemampuan, kepemilikan aset, serta akses bagi Keluarga Penerima Manfaat (KPM).

Langkah strategis tersebut terbukti berhasil meningkatkan taraf ekonomi 1.200 warga miskin terdata dalam Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) di Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah.

Hal itu disampaikan Direktur Pemberdayaan Sosial Kemensos, Radik Raksaguna, melalui keterangan resmi, dalam sosialisasi program pemberdayaan masyarakat di Jakarta, Kamis (23/7/2026).

Baca Juga:  Keselamatan Listrik, PLN UIW NTB Gencarkan Edukasi Bahaya Kelistrikan

Radik menyatakan,  pendampingan ekonomi itu dirancang agar masyarakat mampu memenuhi kebutuhan hidup secara mandiri. “KPM diarahkan agar memiliki kemandirian sosial, tidak bergantung terus pada bansos. Kemensos berhasil memberdayakan 1.200 warga miskin yang tercatat dalam DTSEN dalam hal peningkatan ekonomi keluarga. 1.200 warga miskin ini setingkat lebih baik dalam pemenuhan kebutuhan ekonominya melalui beragam pilihan usaha sesuai kebutuhan dan keinginan dari warga miskin itu sendiri,” ujar Radik.

Sedangkan, Penyuluh Sosial dari Direktorat Pemberdayaan Sosial, Nicki, mengatakan  PPSE memanfaatkan bansos sebagai modal bagi pilihan usaha yang fleksibel.

Baca Juga:  Jadwal Penyeberangan Kapal Lombok – Surabaya Tanggal 29 Maret - 20 April 2026

Kategori bantuan disesuaikan dengan minat dan rekam jejak usaha KPM, mencakup sektor jasa perdagangan, peternakan, pertanian, hingga usaha mikro lainnya.

Dalam implementasinya di lapangan, keberhasilan program ini didukung penuh oleh peran aktif pendamping melalui Pertemuan Peningkatan Kemampuan Keluarga (P2K2).

Salah seorang pendamping lapangan, Lidia, menjelaskan bahwa pendamping berperan sebagai fasilitator, mediator, dan motivator untuk membangun daya juang keluarga penerima manfaat (KPM), sekaligus menghubungkan mereka dengan mitra usaha yang kompeten.

Baca Juga:  PLN UIW NTB Dorong UMKM Naik Kelas Lewat Inovasi AI

Keberhasilan pendekatan itu tecermin dari capaian sejumlah penerima manfaat di Karanganyar. Siti Rokayah, KPM asal Pondok Rejo, Kelurahan Lalung, Kecamatan Karanganyar, sukses mengembangkan usaha ayam goreng krispi sejak 2024 hingga mencatatkan omzet Rp5 juta per bulan.

Capaian positif juga diraih Fitriana dari Pencol, Desa Gebyog, Kecamatan Mojogedong, yang menggeluti usaha penjualan sayur-mayur dan umbi-umbian sejak 2023 dengan raihan omzet mencapai kisaran Rp20 juta per bulan.

banner 336x280