DEN Tinjau Pembangkit di Lombok, Dorong Penguatan Keandalan dan Transisi Energi

PLN UIK Dwipantara

Berita Utama86 Dilihat

BERBAGI News – Anggota Dewan Energi Nasional (DEN) meninjau langsung operasional pembangkit listrik di Nusa Tenggara Barat (NTB), Rabu (19/8/2026).

Dalam kunjungan tersebut, rombongan DEN menyambangi PLTMGU Lombok Peaker dan PLTU Jeranjang untuk melihat kondisi operasional pembangkitan sekaligus perkembangan upaya PLN dalam menjaga keandalan pasokan listrik di NTB.

Kunjungan tersebut dihadiri Anggota DEN dari unsur pemangku kepentingan yaitu Sripeni Inten Cahyani dan Surono, serta didampingi General Manager PLN Unit Induk Pembangkitan (UIK) Dwipantara Rita Triani.

Di PLTMGU Lombok Peaker, rombongan melihat secara langsung operasional pembangkit yang merupakan pembangkit terbesar dan menjadi penopang sistem kelistrikan Lombok. Kunjungan kemudian dilanjutkan ke PLTU Jeranjang untuk meninjau operasional pembangkit serta berdiskusi mengenai kondisi dan tantangan pengelolaan pembangkitan di NTB.

Anggota Dewan Energi Nasional Sripeni Inten Cahyani mengatakan, DEN memiliki peran strategis dalam merumuskan kebijakan energi nasional sekaligus mendorong sinergi antarpemangku kepentingan untuk memperkuat ketahanan energi Indonesia. Menurutnya, upaya PLN dalam menjaga keandalan sistem kelistrikan merupakan bagian penting dalam mewujudkan ketahanan energi nasional.

Baca Juga:  Terima Kunjungan BPH Migas, PLN NTB Siap Jaga Keandalan Listrik Selama Natal dan Tahun Baru 2025

“DEN memiliki fungsi untuk merumuskan dan memberikan arah kebijakan energi nasional, termasuk bagaimana kita bersama-sama menjaga ketahanan energi. Dalam konteks ketenagalistrikan, PLN memegang peranan yang sangat strategis. Karena itu, DEN tentu siap mendukung langkah dan menjadi mitra PLN dalam menjaga ketahanan energi sekaligus mempersiapkan sistem energi nasional yang semakin tangguh dan berkelanjutan,” ujar Sripeni.

Sripeni menambahkan, sinergi antara DEN, PLN, pemerintah, serta seluruh pemangku kepentingan menjadi semakin penting di tengah dinamika sektor energi. Tidak hanya untuk menjawab kebutuhan energi saat ini, tetapi juga dalam menyiapkan sistem energi yang mampu menopang pertumbuhan ekonomi dan kebutuhan masyarakat dalam jangka panjang.

Sementara itu, Anggota DEN Surono menyoroti pentingnya PLN mempersiapkan sistem pembangkitan yang semakin tangguh menghadapi dampak perubahan iklim, terutama di wilayah kepulauan. Salah satu tantangan yang perlu diantisipasi adalah ketergantungan pasokan energi primer terhadap transportasi laut yang dapat terdampak cuaca ekstrem.

Baca Juga:  PLN Hadirkan SUPERSUN di Gili Asahan, Energi Bersih untuk Pulau Terluar NTB

“Perubahan iklim harus menjadi bagian dari mitigasi risiko dalam pengelolaan pembangkit. Karena energi primer pembangkit di sini berasal dari luar daerah, maka ketika cuaca ekstrem terjadi, rantai pasok dapat terganggu. Karena itu, PLN perlu memperkuat ketahanan energi primer, mulai dari kecukupan stok, pola pengadaan dan distribusi, hingga diversifikasi sumber energi agar operasional pembangkit tetap terjaga,” kata Surono.

Surono juga mengapresiasi implementasi cofiring biomassa pada PLTU yang telah dijalankan PLN di NTB. Menurutnya, program tersebut menjadi langkah konkret dalam meningkatkan pemanfaatan energi terbarukan sekaligus secara bertahap mengurangi ketergantungan terhadap energi fosil.

“Kami mendukung implementasi cofiring yang telah dilakukan PLN di NTB. Ini merupakan langkah konkret yang perlu terus dikembangkan, karena selain meningkatkan porsi energi terbarukan, cofiring juga membuka peluang pemanfaatan sumber energi yang tersedia secara lokal. Ke depan, yang perlu diperkuat adalah bagaimana pasokan biomassa dapat tersedia secara berkelanjutan, memiliki keekonomian yang baik, dan memberikan manfaat bagi masyarakat serta perekonomian daerah,” ujar Surono.

Baca Juga:  10 Tahun lebih Cepat, PLN dan Gubernur NTB Bahas Pengembangan Energi Terbarukan Menuju NTB Hijau 2050

General Manager PLN UIK Dwipantara, Rita Triani mengatakan bahwa, PLN UIK terus mendukung transformasi sektor ketenagalistrikan melalui pengelolaan pembangkitan yang semakin efisien dan berkelanjutan, sejalan dengan arah transisi energi nasional.

“Kami menyambut baik kunjungan Dewan Energi Nasional karena menjadi ruang strategis untuk berdiskusi dan melihat langsung tantangan maupun potensi pengembangan pembangkitan, khususnya di NTB ini. PLN siap terus berkolaborasi untuk menghadirkan sistem kelistrikan yang andal sekaligus mendukung agenda transisi energi Indonesia,” pungkas Rita.

banner 336x280