Ghazwul Fikri – Perang Pemikiran Lebih Dahsyat dari Perang Fisik

Religi94 Dilihat

BERBAGI News – PERANG pemikiran (atau dikenal sebagai Ghazwul Fikri dalam terminologi Islam maupun cognitive warfare dalam strategi modern) sering dianggap lebih dahsyat daripada perang fisik karena menyasar kesadaran, nilai, identitas, dan cara pandang seseorang tanpa merusak infrastruktur secara kasat mata. (Lip. 6.com).

Mengapa perang pemikiran dinilai lebih dahsyat?. Karena tidak terlihat dan tidak disadar: berbeda dengan perang fisik yang menggunakan senjata dan menimbulkan kehancuran nyata, perang pemikiran bekerja secara halus melalui media, informasi, budaya, dan teknologi digital. (ajnn.net)

Perang pemikiran ini, tidak bertujuan merebut wilayah, melainkan mengubah pola pikir, mengikis nilai-nilai moral, melunturkan prinsip hidup, serba mengubah gaya hidup generasi muda.(rjic media).

Dikutip dari tafsiralquran.id, artikel karya Saibatul Hamdi, 27/07/2021, mengatakan: “Bahwa saat ini banyak musuh-musuh Islam yang menghancurkan Islam melalui perang pemikiran atau ghazwul fikri. Jika dulu para penolak kebenaran memusuhi Islam dengan perang fisik, maka kini mereka menghancurkan pelan-pelan tanpa disadari dengan mencuci otak kaum Muslimin.”

Serangan atau serbuan pemikiran ini bertujuan mengubah pola pikir dan sikap seorang muslim untuk pelan-pelan dari musuh Islam diantaranya Barat, dalam menghancurkan kaum Muslimin. Upaya yang dilakukan misalnya; pendangkalan pemahaman ajaran agama yaitu membuat umat ragu-ragu terhadap agamanya.

Baca Juga:  Kenapa Harus Memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW

Selain itu, langkah-langkah yang dilakukan misalnya dengan pengkaburan terhadap kebenaran-kebenaran Islam dan pelan-pelan memengaruhi umat melalui budaya-budaya Barat yang menggiurkan, ironisnya misi ghazwul fikri ini begitu halus sehingga kadang tidak disadari kehadirannya.

Melihat fenomena ini, penting kiranya untuk setiap Muslim berhati-hati terhadap pemikiran yang akan merusak ajaran Islam itu sendiri. Di era sekarang ajakan-ajakan para penolak kebenaran tersebut terkadang dikemas dengan sangat rapi, salah satunya melalui ghazwul fikri yang kadang begitu meyakinkan untuk diikuti. Sehingga umat Islam kini harus berhati-hati dengan segenap pemikiran yang terlihat bebas dan tanpa dasar yang jelas.

Ghazwul fikri, menjadi fenomena yang tidak bisa kita hindari pada era sekarang. Ijtihad mempelajari agama pada yang ahlinya menjadi kunci dalam menghindari dari kesalahpahaman ini. Sebab musuh-musuh Islam tak akan bisa berbangga diri sebelum umat Islam gagah dengan ajarannya sendiri.

Keterbukaan pemikiran memang sangatlah penting, tetapi menerima semua pemikiran yang masuk bukanlah langkah tepat. Maka umat harus cermat dalam memilah, berupa meneliti sebelum menjalani. Sehingga ghazwul fikri dan ajakan penolak kebenaran dapat diterenisasi agar tidak merusak ajaran Islam yang telah mapan.

Pengaruh Ghazwul Fikri Dalam Khidupan Sehari-hari.

Menurut Abdul Rouf dalam artikelnya di kompasiana mengatakan: “Ghazul Fikri bukan sekedar perang biasa, melainkan perang yang secara matang, harus kita persiapkan dan memerlukan perencanaan matang dalam melawan pemikiran musuh kita, dan salah satu cara untuk melawannya yaitu menjaga pikiran karena pikiran akan mempengaruhi perubahan, selain itu kita juga harus mendekatkan diri terhadap Allah Swt.

Baca Juga:  Tiba Saatnya Menyambut Ramadhan

Rouf juga menjelaskan; “Ghazwul Fikri adalah cara atau bentuk penyerangan yang senjatanya berupa pikiran, tulisan, ide-ide, teori, argumentasi dan propaganda. Ghazwul fikri tidak berdiri sendiri. Ia merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari metode perang yang bertujuan untuk memurtadkan kaum Muslimin dari agamanya, jika tidak tercapai, setidaknya mendangkalkan keagamaan seseorang atau masyarakat.”

Ghazwul Fikri menyerang cara berpikir kita terhadap sesuatu hal, bahkan masuknya pun begitu halus sehingga umat Islam sendiripun tidak menyadari. Dimana negara-negara barat itu, memanfaatkan bangsa Indonesia, tepatnya barat menyerang Islam dengan melalui metode maupun sarana ghazwul fikri. Contoh ghazwul fikri dalam kehidupan sehari melalui pendidikan, sejarah, ekonomi, dan media masa, hiburan, sinetron, dll.

Ghazwul Fikri Berdampak Pada Akhlak

Syifa Nadian Sabila dalam kajian Tauhid Muslimah UNIDA, menjelaskan: “Bahwa ghazwul fikri merupakan perang pemikiran yang bertujuan memengaruhi cara pandang umat Islam, sehingga menjauh dari nilai-nilai ajaran Islam. Menurutnya, pengaruh tersebut dapat berdampak pada akhlak, pola pikir, kepribadian, hingga loyalitas umat Islam apabila tidak diimbangi dengan pemahaman yang kuat.”

Baca Juga:  Kurangi Angka Perceraian di Gerung, KUA gelar Bimbingan Pra Nikah

Syifa juga menambahkan; “bahwa berbagai bentuk ghazwul fikri dapat hadir melalui penyebaran pemikiran, budaya, maupun kebiasaan yang perlakuan dinormalisasi di tengah masyarakat. Oleh karena itu, umat Islam perlu memperkuat akidah, meningkatkan literasi keislaman, serta memiliki sikap kritis terhadap berbagai pengaruh yang bertentangan dengan nilai-nilai Islam.” Jelas Syifa.

Di kutip dari media Ejournal. rademintan .ac.id. menjelaskan: “Berdasarkan penelitian, diketahui bahwa Gen Z Muslim sudah mulai terpapar oleh pengaruh ghazwul fikri melalui budaya populer yang tersebar luas di media sosial. Meskipun sebagian belum menyadarinya, hal ini berpotensi melemahkan keyakinan dan keimanan mereka secara signifikan.

Jika tidak diatasi, dampaknya bisa sangat serius bagi generasi mendatang, salah satunya seperti kehilangan kebanggaan menjadi Muslim. Dengan begitu penelitian ini menegaskan pentingnya kesadaran dan langkah preventif dari Gen Z Muslim untuk menjaga identitas dan keimanan mereka.” Wallahu a’lam bish showab.

Medan, Oktober 2026, Aswan Nasution, Anggota Dewan Pertimbangan PB Al- Washliyah, Periode 2026-2031. Domisili di Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat (NTB).

banner 336x280