Sumbawa, BERBAGI News – PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangkitan (UIK) Dwipantara melalui Unit Pelaksana Pembangkitan (UPK) Tambora menggelar sosialisasi keselamatan ketenagalistrikan kepada siswa SD Negeri 1 Labuhan, Kabupaten Sumbawa, Nusa Tenggara Barat. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pemahaman siswa mengenai penggunaan listrik yang aman sekaligus menanamkan budaya keselamatan sejak usia dini.
General Manager PLN UIK Dwipantara, Rita Triani, mengatakan keselamatan ketenagalistrikan merupakan aspek penting yang perlu dipahami seluruh lapisan masyarakat, termasuk anak-anak. Menurutnya, edukasi sejak dini menjadi langkah strategis untuk membangun kesadaran akan pentingnya penggunaan listrik yang aman dalam kehidupan sehari-hari.
“Sebagai unit PLN yang mengelola pembangkit listrik di berbagai wilayah Indonesia, kami memandang keselamatan ketenagalistrikan sebagai tanggung jawab bersama. Melalui kegiatan ini, kami ingin membangun pemahaman para siswa mengenai cara menggunakan listrik secara aman, baik di rumah maupun di lingkungan sekitar,” ujar Rita.
Rita menambahkan, pengetahuan yang diberikan kepada para siswa diharapkan dapat menjadi bekal yang bermanfaat serta diteruskan kepada keluarga dan masyarakat di sekitarnya.
“PLN UIK Dwipantara berkomitmen hadir tidak hanya sebagai penyedia energi, tetapi juga sebagai mitra masyarakat dalam membangun budaya keselamatan ketenagalistrikan. Kami berharap para siswa dapat menjadi agen perubahan yang turut mengingatkan pentingnya keselamatan dalam penggunaan listrik,” tambahnya.
Sementara itu, Manager PLN UPK Tambora, Arizona Yoris Wirawan, menjelaskan bahwa kegiatan sosialisasi ini merupakan bagian dari upaya PLN untuk meningkatkan literasi masyarakat terkait keselamatan ketenagalistrikan.
“Kami berharap para siswa dapat memahami risiko yang mungkin timbul dari penggunaan listrik yang tidak aman serta menerapkan perilaku yang benar saat menggunakan peralatan listrik di rumah maupun di sekolah,” tutup Arizona.
Melalui kegiatan ini, PLN berharap kesadaran terhadap keselamatan ketenagalistrikan dapat semakin meningkat sehingga risiko kecelakaan akibat listrik dapat diminimalkan sejak dini. ***














