Hujan Warnai Perang Topat di Pura Kemaliq Lingsar, WNA Australia : Toleransi Perlu dipertahankan

Reporter: Dedi Suhadi

Seni dan Budaya866 Dilihat

BERBAGI News – Gelaran prosesi budaya Perang Topat yang dilaksanakan di Pura – Kemaliq Lingsar Kabupaten Lombok Barat pada Minggu, 15 Desember 2024 diwarnai hujan.

Meski begitu, ribuan warga yang datang sejak sebelumnya tetap antusias mengikuti prosesi perang topat.

Tak kalah antusiasme dengan warga, wisatawan nusantara dan wisatawan mancanegara pun terpantau berdesakan menyaksikan prosesi Perang Topat.

Baca Juga:  Festival Rimpu Mantika di Kota Bima, PLN Amankan Suplai Listrik

James Bannet, wisatawan asal Australia menilai perang topat sebagai bentuk toleransi antara umat beragama.

Dengan adanya toleransi, jelas James Bannet maka roda ekonomi dan pembangunn lainnya dapat berjalan.

Baca Juga:  PLN Terangi Festival Lakey 2025: Wujud Listrik untuk Rakyat, Dorong Ekonomi dan Pariwisata Dompu

Karena itu, James Bannet berharap toleransi dapat terus dipertahankan tidak hanya di Indonesia tapi juga di luar negeri.

“Toleransi antar umat beragama harus dipertahankan,” katanya.

Sedang warga Narmada, Masnah mengaku setiap tahun datang ke acara perang topat agar bisa membawa topat ke rumah dan dijadikan sarana untuk menyuburkan tanah

Baca Juga:  5 Kaligrafer Pameran di Taman Budaya Mataram

“Nanti topatnya dicampur dengan air dan disiramkan ke sawah atau kebun,” katanya.***

banner 336x280