Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW: Sarana Perbaikan Akhlak Bangsa

Penulis: Aswan Nasution

Religi458 Dilihat
Banner IDwebhost

“Sesungguhnya aku (Muhammad) diutus hanyalah untuk menyempurnakan (memperbaiki) akhlak manusia.” (HR. al-Baihaqi)

MISI utama diutusnya Nabi Muhammad Saw ke permukaan bumi ini ialah untuk memperbaiki akhlak manusia. Syekh Yusuf al -Qardhawi dalam bukunya menyebutkan, “Salah satu tujuan dari syari’at Islam ialah untuk menyucikan hati manusia dan meluruskan akhlak.”

Menurut Abdul Bakir (2018) dalam karyanyanya yang berjudul Memetik Hikmah Maulid Nabi Muhammad Saw mengatakan, “Peringatan Maulid Nabi Besar Muhammad Saw memiliki dampak positif dalam pembentukan karakater umat Islam.

Di mana pada acara itu kita bisa mendengar berbagai macam ceramah yang menjelaskan tentang sosok Nabi Muhammad Saw. Karena mungkin saja, bayangan Nabi Saw itu sudah terlupakan dalam benak kita, lantaran kesibukan dunia.

Seorang pemimpin bisa jadi sudah lupa bagaimana cara memimpin masyarakat yang benar, wakil rakyat mungkin saja lupa dengan janji-janjinya selama ini, para pejabat mungkin sudah lupa bagaimana cara menyimpan uang rakyat, sehingga banyak uang rakyat yang tercecer ke kantong pribadinya dan bisa jadi sebagai muslim kita sudah lupa bagaimana berahklak mulia.”

Kemudian Abdul Bakir berbicara tentang moral dan akhlak ia mengatakan, “pada hari ini membuat air mata kita menetes. Bagaimana tidak, hampir setiap hari media cetak maupun elektronik mengabarkan kepada kita perihal kemungkaran sosial yang terjadi di negeri ini. Bukan berarti negeri ini penuh penjahat, tidak. Namun suara kejahatan lebih banyak dari pada kebaikan. Menengok kembali kepribadian Nabi Saw adalah solusi nyata untuk keluar dari jeratan masalah ini.”

Lebih jauh ia menuturkan bahwa, “Rasulullah Saw telah mencontohkan kepada kita bagaimana mengatur negara yang baik dan masyarakat yang bermoral. Dalam menjalankan kekuasaan, Rasulullah Saw selalu menekankan aspek kebaikan, kejujuran dan keadilan bagi semua kalangan tanpa memandang warna kulit, keyakinan, serta ras.”

Adapun menurut Syarifuddin Elhayat (1990) mengatakan, “Akhlak mulia memegang peranan penting dalam diri pribadi masyarakat dan bangsa, akhlak sangat penting dimiliki seorang pemimpin, baik ia pemimpin rumah tangga, pemimpin masyarakat maupun pemimpin bangsa.”

Selain itu, Syarifuddin mengungkapkan, “Pembangunan Akhlak mutlak bagi suatu bangsa. Pembangunan bangsa, pembangunan Indonesia seutuhnya baru ada harkat dan martabatnya jikalau masing-masing pribadi kita mendahulukan membangun akhlak.”

Tidak sebatas itu ia menegaskan bahwa, “Pembangunan Indonesia yang menjadi cita-cita kita semua akan gagal total kalau krisis akhlak masih terdengar dimana-mana. Gedung besar, mewah dan bertingkat, hanyalah akan merupakan susunan batu dan benda mati yang seakan tak berpenghuni kalau akhlak pengisinya turun ketingkat yang paling rendah.”

Memang sangat memperhatinkan katanya, “tahun demi tahun bangsa kita bertambah, ribuan sekolah dibangun, ratusan lembaga pendidikan tinggi didirikan semuanya itu ditegakkan tujuannya itu tidak lain hanyalah untuk mendidik insan berakhlak mulia, berkarakter, beretika.

Demikian pula, setiap tahun sekolah dan perguruan tinggi mengeluarkan insan- insan terpelajar. Akan tetapi setiap tahun pula para orang tua merintih sedih jika pemuda dan pemudi itu berisi otaknya tetapi hati dan kalbunya kosong dari pengetahuan yang akan melahirkan pancaran iman dan akhlak yang mulia.”

Umat Islam perlu menjadikan peringatan Maulid Nabi Besar Muhammad Saw ini adalah sebagai refleksi spritual. Bukan sekedar serimonial, tetapi benar-benar mendorong kita untuk memperbaiki diri, memperkuat Iman serta menebar kebaikan dan kasih sayang di sekitar kita.

Peringatan Maulid Nabi Saw bukan hanya sebagai tradisi peringatan, tetapi juga sebagai kesempatan untuk meneladani Rasulullah Saw dalam kehidupan sehari-hari.

Momentum peringatan Maulid Nabi Muhammad Saw ini sangat tepat dijadikan sarana untuk melawan penyakit lupa yang tengah mewabah itu. Semoga dengan peringatan maulid Nabi ini dapat membawa perubahan dalam kepribadian kita.*

banner 336x280
Baca Juga:  Membaca Al Qur'an, Keutamaan Memahami dan Mengamalkannya