“Kami ingin memastikan bahwa setiap listrik dari PLN bukan hanya menyalakan ruangan, tetapi juga menyalakan semangat hidup masyarakat. Ketika listrik menghidupkan kegiatan produktif seperti menjahit, belajar, dan berdiskusi, di situlah nilai sosial energi benar-benar dirasakan,” lanjut Sri Heny.
Eco School Lentera menjadi bagian dari komitmen jangka panjang PLN dalam menumbuhkan kesadaran lingkungan sejak dini sekaligus memperkuat peran komunitas.
Setelah sebelumnya menghadirkan Eco School Amani di Lombok Barat pada Desember 2022, yang fokus pada pemberdayaan difabel melalui pendekatan edukasi yang inklusif, PLN juga menghadirkan pendekatan serupa di Lombok Timur dengan menyasar kelompok rentan lainnya seperti lansia dan anak-anak.
Kedua sekolah ini menunjukkan bahwa konsep EcoSchool dapat diterapkan secara fleksibel dan kontekstual, sesuai kebutuhan komunitas lokal.
“Kolaborasi ini menunjukkan bahwa dengan energi dan kepedulian, kita bisa membangun masa depan yang lebih inklusif. PLN akan terus hadir untuk mendukung langkah-langkah baik seperti ini,” pungkas Sri Heny. ***



















