Dua Warga Kekait Lombok Barat Nyaris Ribut, Gegara Spandek Rumah?

Lombok Barat, BERBAGI News – Suasana Dusun Kekait Daye, Desa Kekait, Gunungsari Lombok Barat sempat memanas Rabu siang (19/11/2025).

Dua warga yang masih memiliki hubungan saudara, Kamaludin dan Sahabudin, terlibat cekcok hebat gara-gara masalah pagar rumah. Untungnya, situasi berhasil diredam setelah jajaran Polsek Gunungsari turun tangan melakukan mediasi.

Kapolsek Gunungsari Iptu Ida Bagus Adnyana Putra menjelaskan, mediasi dilakukan Bhabinkamtibmas Desa Kekait, Aipda Andika Priyono, sekitar pukul 13.00 Wita. Menurutnya, konflik berawal saat Sahabudin membangun pagar samping rumah menggunakan batako.

Baca Juga:  Modus Tukar Motor Pria di Mataram ditangkap Polisi

Namun, sebelum pagar rampung, ia memasang lembaran spandek. Pantulan cahaya matahari dari spandek itulah yang membuat Kamaludin merasa terganggu.

“Karena silau, Pak Kamaludin membuka baut spandek itu sampai terlepas. Dari situlah adu mulut terjadi dan keduanya hampir saling bacok,” ujar Iptu Ida Bagus dalam keterangannya.

Melihat tensi yang kian tinggi, Aipda Andika Priyono segera memfasilitasi mediasi. Setelah proses dialog yang cukup panjang, kedua pihak akhirnya mencapai kesepakatan damai.

Baca Juga:  Kasus Penganiayaan Jalan Adisucipto, Polisi Tahan 19 Orang, 13 Jadi Saksi 6 Jadi Tersangka

“Dalam mediasi, disepakati bahwa Pak Sahabudin akan memasang kembali spandek tersebut, dan mengecatnya dengan warna hitam agar tidak menimbulkan silau,” jelas Iptu Adnyana.

Iptu Adnyana Putra menegaskan, mediasi bukan hanya untuk meredakan situasi, tetapi juga untuk mencegah konflik berlanjut menjadi tindakan berbahaya.

“Kegiatan ini penting untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan. Kami juga menyampaikan pesan-pesan kamtibmas, agar warga lebih mengedepankan musyawarah dalam menyelesaikan masalah,” katanya.

Baca Juga:  Terdesak Ekonomi, Guru Honorer Tertangkap Curi Uang Pengunjung RSUD NTB

Ia turut mengapresiasi warga setempat dan para pihak yang terlibat, karena memilih jalur damai daripada memberi ruang pada emosi.

“Syukurlah semua berjalan aman dan kondusif. Kesepakatan damai ini semoga menjadi pelajaran, agar hal sepele tidak berkembang menjadi keributan besar,” pungkasnya.

Mediasi berlangsung lancar, situasi kembali normal, dan aktivitas warga pun kembali berjalan seperti biasa. ***

banner 336x280