Lombok Tengah, BERBAGI News – Mahasiswa Kuliah Kerja Partisipatif (KKP) Universitas Islam Negeri (UIN) Mataram Tahun 2026 secara resmi diterima oleh Pemerintah Desa Stuta, Kecamatan Janapria, Kabupaten Lombok Tengah, pada Kamis (2/7/2026).
Kegiatan ini menjadi tonggak awal pelaksanaan program KKP yang mengusung tema “Transformasi Desa Digital Berkelanjutan Menuju Masyarakat Sejahtera”.
Tema besar tersebut merefleksikan semangat mahasiswa untuk mendorong pemanfaatan teknologi digital sebagai bagian dari upaya membangun desa yang lebih maju, mandiri, dan berkelanjutan.
Kelompok KKP yang ditempatkan di Desa Stuta ini diketuai oleh M. Nawaf Sahidu dan beranggotakan total 14 mahasiswa, terdiri dari 9 mahasiswa perempuan dan 5 mahasiswa laki-laki.
Selama masa pengabdian, Kelompok KKP akan berkolaborasi dengan pemerintah desa dan masyarakat setempat dalam menjalankan berbagai program kerja yang disesuaikan dengan potensi serta kebutuhan Desa Stuta.
Dalam sambutannya, Kepala Desa Stuta, Ahmad Mulyadi Saputra S. menyampaikan sejumlah pesan penting bagi mahasiswa KKP. Ia menekankan pentingnya menghidupkan kembali kegiatan Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPQ) di setiap dusun, mengingat masih ada beberapa wilayah yang belum memiliki tempat mengaji maupun guru mengaji yang memadai.
“Semoga disini mahasiswa KKP dapat memberikan perhatian dan kontribusi nyata terhadap persoalan tersebut,” harapnya.
Selain isu keagamaan, Mulyadi juga menyoroti pentingnya edukasi literasi digital bagi masyarakat, khususnya dalam hal penggunaan media sosial secara bijak dan bertanggung jawab.
Hal ini jelasnya sejalan dengan tema besar KKP tahun ini yang berfokus pada transformasi digital desa.
Di penghujung sambutannya, Kepala Desa Stuta secara resmi membuka kegiatan KKP.
“Dengan mengucapkan Bismillahirrahmanirrahim, kegiatan KKP saya nyatakan dibuka,” ucapnya yang disambut tepuk tangan dari para hadirin.
Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), Deva Nabilah S,H.M,H yang diwakili oleh Lalu Yogi dalam kesempatan tersebut, turut menyampaikan pesan kepada seluruh mahasiswa KKP.
Ia berpesan agar mahasiswa mengabdi kepada masyarakat dengan penuh tanggung jawab, menjaga sopan santun, serta mengedepankan adab dalam setiap kegiatan.
“Sikap dan perilaku yang baik merupakan hal paling utama selama berada di tengah masyarakat,” tegasnya.
Ia juga mengingatkan agar mahasiswa tidak sembarangan mengunggah foto, video, maupun informasi ke media sosial. Apabila hendak mengambil dokumentasi kegiatan di rumah warga atau bersama masyarakat, mahasiswa di himbau untuk terlebih dahulu meminta izin sebagai bentuk penghormatan terhadap privasi dan etika.
“Agar mahasiswa menyusun program kerja yang dapat mendukung dan mengembangkan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Desa Stuta, sehingga keberadaan mahasiswa KKP benar-benar memberi manfaat nyata bagi masyarakat setempat,” pintanya.
Suasana penerimaan berlangsung hangat dan penuh semangat, menjadi langkah awal membangun sinergi antara mahasiswa dan masyarakat Desa Stuta.
Melalui pelaksanaan KKP ini, diharapkan lahir berbagai program kerja yang mampu memberikan manfaat nyata, khususnya dalam penguatan transformasi digital, pemberdayaan masyarakat, dan peningkatan kualitas pelayanan desa menuju masyarakat yang lebih sejahtera.***




















