Kritik Penting, Tapi Jangan Terjebak Narasi yang Memupus Optimisme Bangsa

Berita Utama148 Dilihat

Jakarta, BERBAGI News – Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) mengajak masyarakat memahami secara utuh pesan Presiden Prabowo Subianto mengenai pentingnya menjaga optimisme nasional serta tidak terjebak pada perdebatan istilah yang berpotensi mengalihkan perhatian dari substansi persoalan yang sedang dihadapi bangsa.

Direktur Jenderal Komunikasi Publik dan Media Kementerian (Dirjen KPM) Kemkomdigi, Fifi Aleyda Yahya, menegaskan Presiden tetap memandang kritik publik sebagai masukan penting untuk memperbaiki kinerja pemerintah.

“Presiden memandang kritik, termasuk pemberitaan mengenai sekolah yang mengalami kerusakan, sebagai masukan yang penting untuk diungkap. Berbagai temuan di lapangan menjadi perhatian pemerintah dan ditindaklanjuti melalui langkah-langkah perbaikan. Ini menunjukkan bahwa kritik yang disampaikan dengan itikad baik menjadi bagian dari proses membangun Indonesia yang lebih baik,” ujar Fifi di Jakarta, Senin (27/7/2026).

Baca Juga:  Layanan Penyebrangan Penumpang Pelabuhan Lembar - Padang Bai diTutup

Menurut Fifi, pernyataan Presiden mengenai istilah londo ireng perlu dipahami dalam konteks yang utuh sebagai sebuah kiasan politik, bukan ditujukan untuk menyudutkan profesi tertentu, media, maupun kelompok masyarakat.

Baca Juga:  Tradisi Malean Sampi, Ajang Silaturrahim dan Keakraban

Ia menjelaskan, Presiden mengingatkan masyarakat agar tetap waspada terhadap narasi yang sengaja dibangun untuk menggambarkan Indonesia seolah tidak memiliki harapan ataupun kemajuan.

“Yang disampaikan Presiden adalah ajakan untuk tetap waspada terhadap pihak-pihak yang sengaja merangkai narasi seolah-olah Indonesia tidak memiliki harapan dan tidak sedang bergerak maju. Kritik tentu diperlukan, tetapi berbeda dengan upaya membangun pesimisme secara sistematis,” katanya.

Fifi menegaskan pemerintah menghormati kebebasan pers, kritik masyarakat, serta peran berbagai elemen bangsa sebagai bagian dari kehidupan demokrasi. Namun, ruang publik juga perlu dijaga agar tidak dipenuhi narasi yang mengabaikan berbagai langkah penyelesaian yang tengah dilakukan pemerintah.

Baca Juga:  Semangat Kemerdekaan, PLN Hadirkan Kemudahan Layanan Lewat Booth Interaktif di FORNAS VIII NTB 2025

Menurutnya, pemerintah akan terus menjawab berbagai kritik melalui kerja nyata dan percepatan penyelesaian persoalan di berbagai sektor.

“Fokus pemerintah adalah menyelesaikan persoalan satu per satu, mempercepat perbaikan di lapangan, dan memastikan masyarakat merasakan manfaatnya. Ruang demokrasi tetap terbuka, tetapi mari bersama-sama menjaga agar kritik menjadi energi perbaikan,” pungkasnya.

banner 336x280