Museum NTB Terima Hibah Kain Pesujudan Masa Lampau

Seni dan Budaya252 Dilihat

Berbaginews .com– Museum NTB kembali menerima hibah koleksi berupa kain persujudan yang diperkirakan dibuat pada 1875 hingga 1925 dari kolektor asal Australia, Michael Abbot.

Menurut Kepala Pengkajian Museum NTB, Bunyamin kain persujudan awalnya digunakan oleh tokoh agama sebagai perlengkapan ibadah, seperti sajadah, surban, dan perlengkapan keagamaan lainnya.

Seiring perkembangan Islam di Lombok, kain persujudan menjadi bagian dari identitas pakaian penghulu dan kiai di berbagai daerah di Pulau Lombok.

Baca Juga:  Tarung Selak Bunga

Menurut Bunyamin, penyebutan kain persujudan berbeda di setiap daerah.
Di Bilok Petung, dekat Sembalun, kain persujudan dikenal sebagai muselaq yang berasal dari kata musala, sedangkan di Sukarara, Lombok Tengah, kain persujudan disebut uduq yang berasal dari kata wudu.

Baca Juga:  Pemaliq Bale Atas, Warisan Budaya Desa Menggala‎

Berdasarkan hasil kajian, kain persujudan memiliki motif masjid disertai adegan orang sedang melaksanakan salat, yang mencerminkan kuatnya pengaruh Islam dalam kehidupan masyarakat Lombok.

Baca Juga:  Museum Lakukan Perawatan Koleksi. Bunyamin: Minyak Sereh untuk Lindungi Naskah Kuno

Bunyamin menambahkan, umumnya motif pada kain persujudan menggambarkan proses islamisasi dan aktivitas keagamaan.

“Motif-motif tersebut menjadi bukti akulturasi budaya dan perkembangan ajaran Islam di Lombok,” katanya.(Farida)**

banner 336x280