Tren Kebaya, Akankah Baju Lambung Tergeser?

Nusantara43 Dilihat

Berbaginews com – Baju adat Sasak, khususnya lambung menghadapi tantangan di tengah berkembangnya tren busana kebaya yang semakin diminati generasi muda. Meski demikian, baju lambung tetap menjadi identitas budaya masyarakat Sasak di Lombok.

‎“Sebenarnya kebaya dan lambung itu ada bersamaan, tetapi yang memang menjadi ciri khas orang Lombok itu memang lambung. Dan sekarang yang lebih terkenal dan banyak peminatnya yang pakai itu memang kebaya,” ujar Pamong Budaya Madya Museum NTB, Bunyamin, Rabu 16 September 2026.

‎Menurutnya, meningkatnya penggunaan kebaya tidak serta-merta menghilangkan keberadaan baju lambung. Kondisi tersebut, menjadi tantangan tersendiri dalam mempertahankan eksistensi pakaian adat Sasak di tengah perubahan tren berpakaian.

‎Bunyamin menilai generasi muda memiliki peran penting dalam menjaga keberadaan baju lambung sebagai bagian dari warisan budaya Sasak. Pelestarian dapat dilakukan dengan tetap mengenal, menggunakan, dan memperkenalkan lambung kepada masyarakat luas.

‎“Anak-anak muda mempunyai tugas untuk melestarikan baju adat Sasak atau baju lambung,” katanya.

Baca Juga:  Alhamdulillah! Ribuan Pelanggan di NTB Manfaatkan Diskon Tambah Daya Promo “Ramadan Terang, Lebaran Tenang”

Bunyamin menegaskan, pelestarian penggunaan baju lambung bukan hanya menjadi tugas tokoh masyarakat/tokoh adat dan pemerintah tapi menjadi tanggung jawab semua pihak termasuk generasi muda.‎ (Fidia)**

banner 336x280