NTB Emisi Nol Bersih 2050, PLN UIW NTB Dukung Percepatan Transisi Energi

Berita Utama194 Dilihat

Mataram, BERBAGI News – Komitmen mempercepat transisi energi dan mendukung pencapaian target Net Zero Emission (NZE) nasional terus diperkuat di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB). Hal tersebut tercermin dalam kegiatan “Rapat Awal – Menuju Emisi Nol Bersih Nusa Tenggara Barat 2050 atau Lebih Cepat, Kerja Sama Pemerintah Daerah Provinsi NTB dengan Institute for Essential Services Reform (IESR)” yang diselenggarakan pada Kamis (4/6/2026).

Kegiatan ini menjadi langkah awal untuk membangun sinergi antara pemerintah daerah, PLN, dan para pemangku kepentingan dalam merumuskan strategi percepatan transisi energi di NTB.

Rapat yang berlangsung di Mataram tersebut dihadiri oleh Gubernur NTB, Lalu Muhammad Iqbal, bersama perwakilan kementerian/lembaga, akademisi, pelaku usaha, organisasi masyarakat sipil, serta pemangku kepentingan sektor energi.

Baca Juga:  Dalam 2 Bulan, 26 Kali Pemadaman Listrik Akibat Layangan di Lombok

Pertemuan ini bertujuan untuk menginisiasi dialog dan bertukar pandangan terkait program-program strategis yang dapat mendukung terwujudnya NTB sebagai provinsi dengan emisi nol bersih pada tahun 2050 atau bahkan lebih cepat.

Dalam forum tersebut, para peserta membahas berbagai peluang pengembangan energi terbarukan di NTB yang memiliki potensi besar untuk mendukung pengembangan sistem energi kawasan Bali–Nusa Tenggara.

Salah satu agenda strategis yang menjadi perhatian adalah pengembangan super grid regional yang diharapkan mampu memperkuat integrasi energi bersih dan meningkatkan keandalan pasokan listrik berbasis energi terbarukan di wilayah tersebut.

Sebagai penyedia layanan ketenagalistrikan yang berperan penting dalam mendukung transformasi sektor energi, PLN Unit Induk Wilayah Nusa Tenggara Barat menyampaikan perkembangan pemanfaatan energi baru terbarukan (EBT) pada sistem kelistrikan NTB.

Baca Juga:  HUT TNI 79, Danrem Agus Bhakti: Contoh Semangat Juang Pendahulu

Hingga saat ini, bauran energi pembangkit berbasis EBT di NTB telah mencapai 5,15 persen atau setara dengan 37,60 megawatt (MW) dari total kapasitas pembangkit yang beroperasi.

General Manager PLN UIW NTB, Sri Heny Purwanti, menyampaikan bahwa PLN berkomitmen mendukung agenda transisi energi nasional melalui optimalisasi pemanfaatan energi bersih yang disesuaikan dengan potensi daerah.

Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, lembaga penelitian, dan masyarakat menjadi faktor penting dalam mempercepat pencapaian target dekarbonisasi sektor energi di NTB.

“PLN menyambut baik inisiatif kolaboratif yang digagas Pemerintah Provinsi NTB bersama IESR dalam menyusun langkah-langkah strategis menuju Emisi Nol Bersih 2050 atau lebih cepat.

Baca Juga:  PLN Siap Jalankan Stimulus Covid-19 untuk Pelanggan Sosial, Bisnis, dan Industri untuk Dukung Pemerintah Pulihkan Ekonomi

Saat ini, bauran energi pembangkit berbasis EBT di NTB telah mencapai 5,15 persen atau sebesar 37,60 MW. Ke depan, PLN siap mendukung pengembangan energi terbarukan yang andal, berkelanjutan, serta terintegrasi dengan kebutuhan pertumbuhan ekonomi dan investasi di daerah,” ujar Sri Heny Purwanti.

Melalui forum ini, PLN UIW NTB optimistis bahwa sinergi lintas sektor akan semakin mempercepat terwujudnya ekosistem energi bersih di Nusa Tenggara Barat.

Dengan potensi sumber daya energi terbarukan yang melimpah dan dukungan berbagai pihak, NTB diharapkan mampu menjadi salah satu daerah percontohan dalam implementasi transisi energi yang berkelanjutan sekaligus berkontribusi terhadap pencapaian target Net Zero Emission Indonesia. (PLN)

banner 336x280