Pesona Keindahan Wisata Desa Bonjeruk

Reporter: Dedi Suhadi

Pariwisata1848 Dilihat

“Banyak event budaya yang melibatkan masyarakat selain kuliner,” katanya.

Sedang dari sisi sejarah, kata Usman di Bonjeruk masih ada kantor  distrik pertama yang dibangun pada 1933 selain  Masjid Raden Nunu Unas yang dibangun pada 1800-an dan situs geologi di sungi Bonjeruk.

“Kami menyebut kantor Distrik pada zaman Kolonial dengan sebutan Gedeng Beleq,” katanya.

Baca Juga:  Dilema Rinjani, Antara Ironi dan Harapan

Menyangkut transportasi dan akomodasi, Usman menyatakan wisatawan tak perlu khawatir. Pasalnya, Desa Bonjeruk bisa ditempuh dengan berbagai kendaraan.

Baca Juga:  Hotel-Hotel Indonesia Borong Penghargaan di ASEAN Tourism Awards 2024

“Jika dari bandara (BIZAM) ditempuh sekitar 20 menit, sedang bila dari Mataram sekitar 30 menit,” katanya.

Untuk mengunjungi Desa  Bonjeruk,  jelas Usman wisatawan bisa datang secara berkelompok atau sendiri-sendiri.

Baca Juga:  PHRI NTB: Okupansi 70 persen, Gili Tramena Tak Terpengaruh

“Bila ingin menginap lebih lama wisatawan bisa menginap di homestay  atau cottage dengan tarif  dari 150 hingga 400 ribu rupiah permalam,” katanya. (DSHD)

banner 336x280