Al Washliyah Hadir Sebagai Solusi Masalah Keumatan dan Kebangsaan

Religi162 Dilihat

BERBAGI News – Al Washliyah bukan sekadar nama. Al Washliyah adalah organisasi pergerakan sebuah ide yang melahirkan sistem, sebuah gagasan menjelma jejaring kebangkitan, sebuah warisan para ulama terdahulu yang patut disyukuri oleh siapapun.

Al Washliyah bukan hanya berdirinya sebuah pergerakan pendidikan, dakwah, amal sosial, melainkan sebuah arus pergerakan nasional keagamaan yang mengakar dalam sejarah bangsa. Sejak berdirinya bergerak aktif dalam kebangkitan nasional untuk Indonesia merdeka serta berperan dalam mendirikan dan membangun Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Al Washliyah Pergerakan Sejati

Al Washliyah mengajarkan pergerakan sejati, lahir bukan dari modal besar atau struktur mewah, melainkan dari ide yang hidup dari kader yang rela mengabdi, dari jejaring yang dibangun dengan konstitusi. Itulah sistem yang diwariskan para ulama, tokoh pendiri, pejuang Al Washliyah yang tak pernah lelah.

Al Washliyah dan Persoalan Keumatan

Ketika bangsa menghadapi tantangan baru: arus globalisasi, krisis moral, ekonomi, politik dan hukum, budaya dan sosial. Di sinilah kecermatan Al Washliyah, peduli, besuara, bersikap tegas dan selalu hadir memberikan solusi pada persoalan-persoalan yang dihadapi umat Islam. Hal ini menjadikan kepercayaan publik yang tinggi.

Al Washliyah hendaknya senantiasa hadir untuk menyelesaikan persoalan keumatan dan kebangsaan. Maka setiap permasalahan yang ada Al Washliyah hadir sebagai problem solver. Hadir untuk berusaha memberikan solusi atas permasalahan keumatan itu, Al Washliyah adalah bagian dari problem solver, bukan problem maker.

Baca Juga:  Ibadah Haji Menggambarkan Kepulanganmu Kepada Allah SWT

Membangun Al Washliyah dengan Perjuangan

  1. Perjuangan Suci

Membangun Al Washliyah memang harus dengan perjuangan. Dalam setiap perjuangan harus ada pengorbanan. Bersedia berkorban (tenaga, pikiran, materi bahkan jiwa) adalah indikasi kesucian perjuangan.

  1. Jangan Melupakan Sejarah

Jangan suka melupakan sejarah. Hari ini banyak orang yang besar (populer), sukses karena Al Washliyah, tetapi ia sendiri lupa kepada yang telah membesarkanya.

  1. Membina Moralitas Ukhuwah

Membina moralitas ukhuwah, paling tidak, ada beberapa langkah yang harus kita tempuh.

a). Peduli kepada kepentingan umat (mashlahatul ummat) bukan kepentingan pribadi atau kelompok. Sehingga siapa pun yang memimpin organisasi akan disikapi scara lapang dada selagi kapabilitasnya terpenuhi dan sesuai dengan rambu-rambu oraganisasi.

b). Saling bahu membahu antara satu dengan lainnya dengan mengedepankan persamaan dan arif dalam menyikapi perbedaan yang muncul.

c). Bersikap terbuka tehadap kritik yang konstruktif.

d). Beranjak dari tekad dan tujuan yang sama membangun Al Washliyah.

  1. Menumbuhkan Rasa Memiliki

Menumbuhkan merasa memiliki (Sense of belonging) dan rasa tanggung jawab (Sense of responsibility). Bila sudah tertanam rasa mencintai maka akan mewujudkan tanggung jawab. Jikalau kita punya sesuatu, maka kita akan menjaga, memeliharannya, agar tidak rusak, di ganggu dan hal-hal yang mafsadat lainnya.

Baca Juga:  Mengapa Shalat itu Penting

Bila kita merasa memiliki Al Washliyah maka kita akan memeliharanya. Jangan sampai nama Al Washliyah tercoreng di tengah umat hanya gara-gara kita, memanfaatkan namanya. Seperti pepatah: ” karena nila satu titik, rusak susu satu belanga”. Tangung jawab sebagai kader Al Washliyah cukup besar. Untuk itu jangan berkata bahwa kita kader Al Washliyah kalau tidak bisa menjalankan amanah dan bertanggung jawab tehadap tugas yang dibebankan kepadanya.

  1. Menjadi Qudwah (tauladan)

Apa yang kita sudah kita berikan untuk Al Washliyah? berbuat dengan karya nyata sesuai cengan bidang masing-masing. Kader Al Washliyah yang di lembaga eksekutif, legeslatif, yudikatif, tenaga profesi: guru/dosen, dan lain-lain harus memberikan yang terbaik dengan menebar manfaat buat umat Islam, menjadi Qudwah (tauladan) dilingkungan kerja kita masing-masing.

  1. Mengoftimalkan Kekuatan Umat

Warga Al Washliyah harus satu langkah dalam mengoftimalkan kekuatan umat Islam demi terwujudnya kemashlahatan Islam itu sendiri.

Kedepan umat Islam (warga al-washliyah) harus lebih cerdas, lebih dewasa, lebih tegas, lebih arif dalam menentukan arah kehidupan dan menyikapinya.

Kesimpulan

Untuk menjaga kesinambungan cita-cita dan estafet perjuangan suci para pendiri Al Washliyah, maka pengkaderan merupakan suatu kewajiban. Kader-kader militan dan loyal pada organisasi hanya mampu dilakukan melalui ketauladanan.

Baca Juga:  Ibadah Haji dan Perbaikan Akhlaq Bangsa

Ketauladan para guru, pimpinan lembaga pendidikan dan pimpinan organisasi Al Washliyah. Perbaikan dalam struktur organisasi menjadi solusi, berbenah diri untuk menjadikan Al Washliyah lebih baik dan elegan pada masa yang akan datang. Mengembalikannya kepada khittah dasar adalah salah satu kemestian untuk mengatasi krisis Al Washliyah.

Sudah saatnya kita selaku kader Al Washliyah selalu mengevaluasi dan memotivasi diri untuk berbuat yang terbaik, bukan malah sebaliknya memanfaatkan Al Washliyah hanya untuk kepentingan sesaat yang sifatnya individual, sekretarian ataupun lokal. Perwujudan kaffah untuk kemaslahatan umat harus kita mulai dari sekarang, mulai dari hal yang sekecil-kecilnya, dan mulai dari diri sendiri”.

Warga Al Washliyah menaruh harapan besar akan lahirnya kepemimpinan baru yang mampu membawa Al Washliyah memasuki fase sejarah berikutnya, juga tidak kala pentingnya untuk tidak hanya memilih figur, tetapi yang mumpuni menentukan arah masa depan organisasi Islam terbesar ketiga di Indonesia ini. “Hiduplah Al Washliyah Zaman Berzaman”.

Referensi:
Shibgah, Wijhah, dan Khittah Al Washliyah, Muffia Zakia Mawaddah, Medan 2021 dan Sumber Lainnya.

Penulis adalah Alumni 79′ Pelajar Al Qismul Aly Al Washliyah, Ismailiyah, Medan. Berdomisili di-Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB).

banner 336x280