Penguatan Pada Independensi Al Washliyah

Catatan63 Dilihat

BERBAGI News – AL WASHLIYAH sebagai organisasi kemasyarakatan Islam, Al Washliyah yakin bahwa visi yang ditetapkannya merupakan landasan filosofi dan penunjuk arah yang mendasari keseluruhan prilaku organisasi ini. Sementara missinya dipandang sebagai patron strategi operasional kekiprahannya.

Dari rumusan muqaddimah Anggaran Dasar dan tujuan Al Washliyah maka visi organisasi ini dapat dirumuskan sebagai organisasi kemasyarakatan Islam yang independen (mandiri), senantiasa menjalankan kiprahnya secara aktif–terutama dalam bidang pendidikan, dakwah dan amal sosial. Visi tersebut sejak awal telah didasarkan pada al-Qur’an surat as-shaf ayat 10-11:

“Hai orang-orang yang beriman maukah kamu Aku tunjukkan satu perniagaan yang menyelamatkan kamu dari azab yang pedih? Berimanlah kepada Allah dan Rasul-Nya dan berjihadlah kamu pada jalan Allah dengan harta dan dirimu, itu yang terbaik untukmu jika kamu mengetahui.”

AL WASHLIYAH WADAH PENGEMBANGAN KARIER

Sejak awal mulai berdirinya, Al Washliyah memposisikan diri secara independen yang tidak berapiliasi ke partai politik manapun, ormas yang bergerak dalam wilayah nonpolitik, yang berbeda sama sekali dengan partai politik yang sesungguhnya arah dan keterlibatan kebijakan organisasinya senatiasa bermuatan politik.

Baca Juga:  Membesarkan Al Washliyah dengan Gemar Berjamaah dan Silaturrahmi

Al Washliyah tidak membatasi anggotanya secara pribadi yang ingin mengembangkan kariernya dalam rangka amal shalih (pendidikan, dakwah dan social/ekonomi) kepada partai politik dan ormas yang sah tidak bertentangan dengan ideologi Negara RI.

Al Washliyah tetap independen secara organisasi, tetapi luas untuk pribadi anggotanya dalam berbagai politik, yang tentu saja tidak menyertakan simbol-simbol Al Washliyah didalamnya.

Al Washliyah sama sekali tidak bergerak dalam wilayah politik. Ini tidak berarti bahwa Al Washliyah lalu elergi pada urusan politik, sebab politik dalam arti shiyasah adalah juga menjadi bagian dari urat nadi perjalanan kehidupan umat manusia. (thesrdoank.blogspot.com).

AL WASHLIYAH EKSIS ZAMAN BERZAMAN

Sejarah mencatat bahwa komitmen menjaga independensi sejak zaman berzaman telah membuat organisasi Al Washliyah ini eksis dan relevan yang usianya mencapai 1 abad di tengah umat.

Baca Juga:  Aswan Nasution: Selamat Milad Ke-74 Yayasan UISU Medan

Untuk memperkuat independensi Al Washliyah dapat dicapai dan nenjaga jarak dari afliasi partai politik praktis, memperkuat kemandirian ekonomi umat melalui amal usaha, serta mengoftimalkan fungsinya sebagai kekuatan moral dan perekat persatuan masyarakat.(timesindonsia,co.id)

Yudi Latif cendekiawan muslim muda memberikan pandangannya di kutip dari pelita.co./news, mengingatkan, bahwa, “kedekatan lembaga keagamaan dengan kekuasaan berpotensi mengurangi indefendensi organisasi, apabila agama hanya dijadikan legitimasi politik atau simbol serimonial. Namun harus tetap menjalankan fungsi sebagai kekuatan moral yang berani mengoreksi penyimpangan, bukan sekadar membenarkan kebijakan penguasa,” jelas Yudi.

H.M. Ridwan Lubis, Ketua Umum PB. (1986-1997), dalam buku Kepribadian Anggota & Pengurus Al Washliyah (1995) mengatakan, “Idependent Al Washliyah adalah, ” tujuan Al Washliyah yaitu ingin melaksanakan ajaran Islam, maka Al Washliyiin dan Al Washliyaat tidak boleh mengekang diri, tidak boleh memihak dan tidak boleh antipati. Sebanyak mungkin diajak manusia untuk mengamalkan ajaran Islam ini, semakin majulah dinamika organisasi Al Washliyah.” tulisnya.

Baca Juga:  Runjani: Lari Bukan Sekedar Lari

Juga, M. Ridwan mengatakan, “Me-WASHLIYAH-kan artinya menghubungkan Al Washliyah dalam arti kerja sama secara pribadi maupun dengan ormas dan parpol dalam bidang-bidang tiga proyek Al Washliyah: pendidikan, dakwah, sosial, adalah merupakan keharusan. Demikian juga Al Washliyah tidak boleh apriori dengan partai dan ormas manapun. Inilah mencerminkan sikap indefendent Al Washliyah.”

Untuk mewujudkan cita-cita ulama kita terdahulu, harus secara terbuka kita mengukuhkan taktik strategi Organisasi Al Washliyah dengan menjadikan organisasi ini semakin berkualitas, berkapasitas dan Mandiri, Visi dan Persepsinya harus senantiasa tegar segar dan kontekstual karena pada posisi yang INDEPENDENT.

Nasrun minallahi wa fathun qarib wabasysyiril mu’minin.
“Hiduplah Al Washliyah Dari Zaman Berzaman.

Penulis adalah Alumni 79′ Pelajar Al-Qismul Ali, Al Washliyah, Ismailiyah, Medan.

banner 336x280